Pengabdian Warga Tionghoa di Nusantara, Ada yang Sebagai Seniman, Olahragawan dan Politikus
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Keberadaan Warga Tionghoa di Nusantara bukan hanya sebagai pedagang dan pengusaha, tetapi banyak juga mengabdikan diri disegala bidang sejak dulu. Sejak awal kemerdekaan ada yang rumah nya jadi Pertemuan Sumpah pemuda, Rengasdengklok., ada yang terlibat dalam Sumpah pemuda, BPUPKI dan PPKI
Dalam bidang olahraga ada Tjun Thun, Rudi Hartono, Liem Swie King dibidang Bulu tangkis, di bidang Sepak bola ada Endang Witarsa, Tan Liong Houw alias Latief Harris Tanoto mengantar Timnas ke perempat final Olimpiade 1956 di Melbourne Australia.
Di bidang Politik ada Basuki Tjahaja Purnama, Enggartiasto Lukita, ada Sally Tjoanda, ada Kwiek Kian Gie.Ada Soe Hok Gie
Di bidang seni Budaya
Ada Nano Riantiarno seorang aktor, penulis sutradara, wartawan nama aslinya Nobertus Riantiarno kelahiran Cirebon 6 Juni 1949 dulu tinggal nya di Plered Cirebon nama ayahnya M. ALBERTUS SUMARDI nama ibunya Agnes Artini
Nano telah aktif di teater sejak 1965 di kota kelahirannya, Cirebon. Setamatnya dari SMA pada 1967, ia melanjutkan kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia, ATNI, Jakarta, kemudian pada 1971 masuk ke Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta. Dia bergabung dengan Teguh Karya, salah seorang dramawan terkemuka Indonesia dan ikut mendirikan Teater Populer pada 1968. Pada 1 Maret 1977, dia mendirikan Teater Koma, salah satu kelompok teater yang paling produktif di Indonesia saat ini. Sampai 2024, kelompok ini telah menggelar sekitar 230 produksi panggung dan televisi.
Penghargaan yang di dapat Nano Riantiarno adalah Penghargaan: Piala Citra untuk Penulis Skenario Terbaik, Festival Film Bandung untuk Penulis Skenario Sinetron Terpuji
Drama: Semar Gugat (1995)
Saudara kandung: Pujo Purnomo
Orang tua: Agnes Artini, Albertus Sumardi
Pendidikan: Iowa International Writing Program
Ada Teguh Slamet Rahardjo alias Teguh Srimulat nama Tionghoa nya Kho Tjien Tiong nama orang tua nya Go Djon Nio dan Go Bok Kwie.
Kho Tjien Tiong, atau dikenal dengan Teguh Slamet Rahardjo (8 Agustus 1926 – 22 September 1996) Teguh Srimulat menyelesaikan pendidikan nya dasarnya di Tionghoa Hwei Koan Purwoningratan Solo
Ada Teguh karya yang banyak mencetak film berkualitas berulang kali meraih citra.
Teguh Srimulat memulai karirnya Tahun 1943, bergabung dalam rombongan sandi wara Miss Ributs Orion yang dipimpin Thio Tek Djien-Miss Ribut setiap malam menggelar pertunjukan di Gedung Shonan Pasar Pon Solo
Tahun 1946 Teguh Srimulat bergabung dengan Orkes Keroncong Bunga mawar
Tahun 1949 RA Srimulat mendirikan Orkes Keroncong Avond Dengan Teguh sebagai pendukung utama
8 Agustus 1950 Teguh dan RA Srimulat menikah dan mendirikan Gempa Malam Srimulat yang menjadi cikal bakal Srimulat.
Kemudian ada Didik Nini Thowok terlahir dengan nama Kwee Tjoen Lian.
Itulah kiprahnya warga Tionghoa






