My Way instropeksi Jalan Hidup Menurut Filsafat Tiongkok, harus selaras ucapan dan Perbuatan.
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Mereka yang lahir tahun 1950an pasti akan ingat lagu My Way yang dinyanyikan oleh Frank Sinatra. Lagu ini hits menjadi Viral dan populer tahun 1970, lagu My Way pasti dinyanyikan dalam setiap acara pesta. Stasiun televisi dan radio pasti menyiarkan lagu My Way.
Lagu “My Way” dinyanyikan pertama kali oleh Frank Sinatra pada tanggal 30 Desember 1968, dan dirilis dalam album berjudul “My Way” pada awal tahun 1969. Meskipun lagu ini berasal dari sebuah lagu Prancis berjudul “Comme d’habitude” (1967), lirik dalam bahasa Inggris yang membuat lagu ini dikenal seperti sekarang ditulis oleh penyanyi
Kanada Paul Anka.
Proses di Balik Lagu “My Way”
Lagu aslinya adalah “Comme d’habitude” (Seperti Biasa), yang dibawakan oleh penyanyi Prancis Claude François.
My Way” tentang seorang pria yang mengenang kembali kehidupan yang telah dijalaninya dengan caranya sendiri
menjadi semacam autobiografi musik, di mana Sinatra membuka diri dan berbagi refleksi tentang perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku.My Way tentang seorang pria yang mengenang kembali kehidupan yang telah dijalaninya dengan caranya sendiri. Bait pertama dari lagu ini langsung membawa kita masuk ke dalam suasana penuh introspeksi diri.
Penting instropeksi diri dalam kehidupan supaya tidak salah melangkah.
Seseorang ketika berada di puncak karier, jabatan tinggi, dan kekayaan berlimpah membuat hidup nya lupa diri,, merasa dirinya sudah diatas, bicara seenaknya tidak ada tepa selira, tidak ada tenggang rasa, tidak peduli kepada sesama, tidak peduli pada orang yang berada dibawah nya. Seseorang baru sadar jika hidup nya dan ucapan nya salah ketika ada gejolak gelombang protes dari orang lain.
Kong Hu Cu Filsafat Cina mengajarkan jika kita tidak mau disakiti jangan menyakiti Hati orang lain, jika kita ingin dihormati, maka kita harus menghormati orang lain. Jangan sampai kita kehilangan hati baik kita, menjaga hati pikiran, ucapan dan perbuatan kita. Dalam Kekristenan juga diajarkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Begitu penting nya kita untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri sendiri. Artinya harus peduli kepada sesama, jaga perasaan orang lain. Jika kita mengharapkan kebahagiaan, maka kita harus membahagiakan orang lain dulu












