Bandung Barat.Swara Wanita Net.-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Tati Supriati Irwan, menyampaikan klarifikasi sekaligus hak jawab atas pemberitaan yang beredar pada 18–19 April 2026 yang menuding dirinya menghina profesi wartawan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (20/4/2026), Tati menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta. Ia juga membantah keterlibatannya dalam insiden verbal yang menjadi sorotan publik.
“Bahwa saya tidak terlibat dalam peristiwa yang diberitakan, serta tidak pernah menyampaikan pernyataan seperti yang ditulis dalam berita yang beredar,” ujarnya.
Tati menjelaskan, peristiwa yang dipersoalkan terjadi setelah agenda pengawasan DPRD Provinsi Jawa Barat di Kantor Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, telah selesai. Saat itu, dirinya mengaku sudah berada di dalam kendaraan dan bersiap meninggalkan lokasi.
“Saat kejadian berlangsung, saya sudah berada di dalam mobil untuk meninggalkan lokasi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa interaksi yang terjadi di lapangan merupakan urusan pribadi pihak lain dan tidak berkaitan dengan dirinya, baik secara personal maupun dalam kapasitas sebagai pejabat publik.
Tati juga menyayangkan pencantuman nama dan jabatannya dalam sejumlah pemberitaan yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyoroti beredarnya video di media sosial yang dijadikan dasar pemberitaan. Tati menegaskan bahwa dalam rekaman tersebut tidak terdapat bukti visual maupun audio yang menunjukkan dirinya mengeluarkan pernyataan yang merendahkan profesi jurnalis.
Melalui hak jawab yang disampaikan, Tati meminta media yang telah mempublikasikan berita tersebut untuk menjalankan kewajiban sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, termasuk memuat klarifikasi secara proporsional serta melakukan koreksi atas informasi yang tidak akurat.
“Hak jawab ini saya sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik agar memperoleh informasi yang benar, sekaligus menjaga integritas jabatan yang saya emban,” tegasnya.
Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang sekaligus memulihkan nama baiknya dari tudingan yang dinilai merugikan. (*).











