Tia Fitriani Ajak Generasi Muda Untuk Memahami Pentingnya Pendidikan Demokrasi.

Kabupaten Bandung.Swara Wanita Net.-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tia Fitriani, mengajak generasi muda khususnya pelajar untuk memahami pentingnya pendidikan demokrasi sejak dini. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi yang diikuti ratusan siswa MA Al-Ikhlas, Kampung Paninggaran, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri para siswa-siswi, perwakilan yayasan, guru, serta tim Dulur Satia. Suasana berlangsung interaktif, di mana para pelajar didorong untuk aktif bertanya dan menyampaikan pendapat.

Dalam pemaparannya, Tia Fitriani menekankan bahwa generasi Z atau Gen Z memiliki peran penting sebagai pemilih pemula dalam masa depan demokrasi Indonesia. Ia mengajak para siswa untuk tidak takut bersuara dan mulai peduli terhadap isu-isu politik sejak sekarang.

“Anak-anak muda harus berani bicara dan menyampaikan pendapat. Demokrasi memberi ruang bagi kita semua untuk didengar,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa menjadi wakil rakyat bukanlah hal yang mustahil. Tia berbagi kisah perjalanannya sejak 2014 hingga menjadi anggota legislatif, sebagai bukti bahwa siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk dipercaya masyarakat.

“Tidak harus tokoh besar atau pengusaha. Siapa pun bisa dipilih oleh rakyat selama memiliki niat dan komitmen untuk melayani,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tia mengingatkan pentingnya menggunakan hak pilih dengan bijak ketika sudah memenuhi syarat sebagai pemilih. Ia mengajak para pelajar untuk datang ke TPS dan tidak golput.

Dalam sesi materi, Tia juga menjelaskan bahwa demokrasi tidak hanya soal pemilu, tetapi juga mencakup budaya dialog, partisipasi, dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengibaratkan demokrasi sebagai pohon besar yang harus menghasilkan manfaat bagi seluruh rakyat.

Selain itu, ia memaparkan penerapan prinsip demokrasi di lingkungan sekolah, seperti musyawarah dalam pengambilan keputusan, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun sikap kritis dan tanggung jawab.

Menurutnya, nilai-nilai demokrasi di Indonesia berlandaskan Pancasila, khususnya sila keempat yang menekankan musyawarah untuk mufakat sebagai ciri khas demokrasi bangsa.

“Demokrasi bukan hanya sistem politik, tapi juga budaya yang harus kita jalankan bersama. Kuncinya ada pada partisipasi aktif, sikap terbuka, dan kemauan untuk berdialog,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tia juga mengenalkan struktur lembaga legislatif, mulai dari DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI. Ia menjelaskan tentang fungsi fraksi, komisi, serta peran lembaga legislatif dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran politik generasi muda, sehingga mereka tumbuh menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *