Ciamis.Swara Wanita Net.-Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Pasini Naratas Layer Farm, Kabupaten Ciamis, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kunjungan ini didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat Linda Al Amin. Untuk memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga ekosistem peternakan yang transparan dan efisien
Kunjungan ini bukan sekadar pemantauan rutin, melainkan langkah untuk menghimpun data riil dari lapangan sebagai dasar kebijakan pendukung bagi kelompok ternak ayam petelur.
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati menekankan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah untuk melindungi peternak rakyat.
Legislator Partai Gerindra Lina Ruslinawati dari Dapil Jabar V (Kabupaten Sukabumi-Kota Sukabumi) mendukung program peternakan di Jawa Barat agar lebih maju sebagai berikut :
Penyelarasan Program, Lina menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan program strategis dari pusat (seperti bantuan bibit, pakan, dan kesehatan hewan) benar-benar sampai dan memberikan manfaat nyata bagi peternak di daerah.
Fungsi Pengawasan, Beliau menegaskan bahwa DPRD ingin memastikan setiap anggaran dan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya di sektor peternakan, berjalan efektif dan tidak hanya menjadi seremoni.
Ketahanan Pangan, Lina menyoroti peran strategis balai dan peternakan modern di Ciamis dalam mendukung ketahanan pangan Jawa Barat, terutama dalam menghadapi dinamika harga komoditas pangan.
Kesejahteraan Peternak, Fokus utama yang disampaikan adalah bagaimana kebijakan yang diambil bisa meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dan memastikan Jawa Barat mendapatkan porsi optimal dalam pengembangan kawasan peternakan nasional.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi pasca Dialog Perunggasan Nasional di Ciamis untuk memperkuat posisi peternak rakyat di tengah sistem industri yang semakin modern ujar Lina Ruslinawati.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat Linda Al Alamin didampingi Kabid Produksi mengatakan Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas rantai pasok pangan, khususnya komoditas telur dan daging ayam di Jawa Barat. Serta untuk memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga ekosistem peternakan yang transparan dan efisien
Memastikan ketersediaan protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat Jawa Barat menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kunjungan ini bukan sekadar pemantauan rutin, melainkan langkah strategis untuk menjamin rantai pasok pangan, khususnya telur dan daging ayam, tetap stabil dan berkualitas bagi warga.
Kepala DKPP Prov. Jabar menekankan bahwa data dan informasi yang dihimpun dari Pasini Naratas Farm akan menjadi dasar kebijakan dalam mendukung kelompok ternak ayam petelur di Ciamis.
“Kami ingin memastikan bahwa ekosistem peternakan di Jawa Barat, khususnya di sentra seperti Ciamis, berjalan optimal. Jika produksinya lancar, maka kebutuhan gizi masyarakat akan protein hewani dapat terpenuhi dengan harga yang tetap ramah di kantong,” ungkap Kepala DKPP Prov. Jabar.
Dengan kolaborasi antara legislatif (DPRD) dan eksekutif (DKPP), diharapkan kendala yang dihadapi peternak di lapangan dapat segera teratasi melalui kebijakan yang pro-rakyat, demi mewujudkan kemandirian pangan di Jawa Barat.
Dialog Nasional, Kunjungan ini dilakukan tidak lama setelah Ciamis menjadi tuan rumah Dialog Perunggasan Nasional 2026 pada 29 April 2026, yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian RI untuk membahas penguatan peternak rakyat dan ketahanan pangan nasional.
Potensi Ciamis, Kabupaten Ciamis ditegaskan sebagai daerah strategis dengan produksi unggas mencapai sekitar 1,3 juta ekor per tahun, yang menyuplai kebutuhan berbagai wilayah di Indonesia.(die)












