Strategi Baru Gununghalu Bebas Stunting Bersama Tati Supriati Irwan

Kabupaten Bandung Barat.Swara Wanita Net.-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat  Tati Suppriati Irwan, S.Sos menghadiri kegiataan Rembung Stunting bersama BKKBN Jabar bertempat di Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat. Kamis 21 Mei 2026.

Rembuk Stunting BKKBN Jawa Barat di Kecamatan Gununghalu (Kabupaten Bandung Barat) merupakan kegiatan strategis lintas sektoral yang bertujuan untuk memetakan akar masalah, memperkuat komitmen, dan menetapkan rencana aksi konvergen dalam percepatan penurunan angka stunting serta menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna memastikan efektivitas penurunan angka stunting sekaligus menjaga pemenuhan gizi masyarakat di wilayah tersebut ungkap Tati.

Lebih jauh, Legislator Partai Golongan Karya (Golkar) Tati Supriati Irwan dari Dapil Jabar III (Kabupaten Bandung Barat) menekankan berbagai hal untuk untuk mengatasi persoalan stunting antara lain :

1. Optimalisasi Rembuk Stunting dan Kolaborasi Lintas Sektoral

Tati Supriati Irwan mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan Rembuk Stunting bersama BKKBN Jawa Barat di Gununghalu. Menurutnya, rembuk stunting harus menjadi wadah nyata untuk merumuskan aksi konvergen antara jajaran kecamatan, puskesmas, desa, hingga kader posyandu agar program intervensi langsung menyasar keluarga yang berisiko tinggi melahirkan anak stunting

2.Sinergi Ketahanan Pangan dan Pemberantasan Stunting

Selain membahas isu kesehatan, agenda kunjungan kerja beliau di Gununghalu dirangkaikan dengan Penyerahan Bantuan Pangan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat. Tati menegaskan bahwa penurunan angka stunting tidak bisa dilepaskan dari jaminan ketersediaan pangan dan gizi di tingkat keluarga kecil

3.Mengawal Anggaran Provinsi agar Tepat Sasaran

Sebagai wakil rakyat dari DPRD Jawa Barat, Tati berkomitmen penuh untuk mengawasi distribusi anggaran serta bantuan program dari tingkat provinsi (baik program BKKBN maupun bantuan pangan) agar berjalan transparan dan benar-benar dirasakan manfaatnya secara konkret oleh warga di wilayah selatan Bandung Barat seperti Gununghalu jelas Tati Supriati Irwan.

Pada kegiataan Rembung Stunting , Fokus Pembahasan Utama yakni :

Evaluasi Data Konvergensi, Membedah laporan tren stunting terkini di tiap desa untuk mengidentifikasi kantong-kantong keluarga berisiko.

Intervensi Spesifik & Sensitif, Membahas pendampingan bagi ibu hamil (terutama Kekurangan Energi Kronis/KEK), sosialisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan pemenuhan sanitasi air bersih.

Pencegahan Hulu, Mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mengedukasi calon pengantin dan remaja putri.

Rembung Stunting Dihadiri oleh perwakilan BKKBN Jawa Barat, Camat Gununghalu Asep Haris Kosaman, S.AP., M.I.P. Kepala Desa Gununghalu Isep Heriyatna beserta perangkat desa, BPD, UPT Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A), Kepala Puskesmas, Bidan Desa, PKN/PLKB, dan Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu & Tim Penggerak PKK,  Babinsa & Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat & Pendidik PAUD.

(AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *