Kemarau Lebih Kering dan Panjang, Waspadai Beberapa Penyakit Ini

 

Bandung.Swara Wanita Net.-Dinas Kesehatan Jawa Barat menganjurkan masyarakat menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit saat musim kemarau yang tahun ini diprediksi lebih kering dan panjang. Beberapa penyakit yang biasa muncul saat kemarau ekstrem, di antaranya diare, inspeksi saluran pernafasan (ISPA), dehidrasi dan malnutrisi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi menuturkan, musim kemarau esktrem mengakibatkan pasokan air bersih menurun sehingga kebersihan berkurang. Kondisi itu menjadikan virus dan bakteri terkonsentrasi sehingga beberapa penyakit berkembang, seperti diare.

Selain air bersih berkurang, musim kemarau juga biasanya disertai kondisi udara yang lembab. Hal itu berisiko mengakibatkan dehidrasi atau tubuh kehilangan cairan saat suhu tinggi. Waspadai pula kondisi suhu tubuh meningkat secara drastis (heatstroke).

“Apabila mengalami gejala suhu tubuh lebih dari 40 derajat celsius, kulit panas dan merah, pusing, muntah, segera cari pertolongan medis,” ucap Vini, Minggu (21/6/2026).

Penyakit lain yang biasanya menyerang tubuh saat kemarau adalah ISPA. Penyakit tersebut muncul karena asap dan kualitas udara yang buruk saat kemarau.

Kemarau panjang juga mengakibatkan kekeringan sehingga mengurangi produksi pangan. Malnutrisi merupakan kondisi yang bisa muncul karena kondisi itu.

Untuk menghindari berbagai penyakit, masyarakat diimbau melakukan langkah preventif, seperti minum dan istirahat yang cukup, menggunakan payung atau topi saat beraktivitas di bawah terik matahari serta mengonsumsi makanan bergizi.

Langkah penting lain yang perlu dilakukan yakni menjaga kebersihan lingkungan dan menanam pohon.

“Jangan membakar sampah dan lahan,” ujar Vini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *