Naiknya Suku Bunga Kredit Menjatuhkan Kelas Menengah ke Jurang yang Dalam
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Ketika naiknya Naiknnya Suku Bunga BI-Rate menjadi 5,75%, awal nya 4,75 persen.tidak mampu mengangkat rupiah dan tidak mampu menaikkan IHSG.
Dollar kini naik jadi 17.987 bahkan banyak bank menjual dollar jadi 18.000,-
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I pada Jumat (26/6) di zona merah. IHSG turun 163,92 poin atau 2,73 persen ke level 5.835.
Mengutip RTI Business, IHSG dibuka di level 6.010. Sepanjang sesi I, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.045 dan level terendah 5.830.
Kenaikan suku bunga dan dollar ini mengakibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat kredit macet pinjaman daring alias pinjol yang diukur dari tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) mencapai 4,62 persen pada April 2026.
Angka tersebut mendekati ambang batas 5 persen yang dianggap masih aman oleh regulator.
Hal ini mengakibatkan kelas menengah jatuh ke jurang yang dalam sekali
SETIAP kali pemerintah merilis data ekonomi, pesan yang muncul relatif konsisten. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, investasi terus mengalir, dan berbagai lembaga internasional masih menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek ekonomi yang cukup baik di tengah ketidakpastian global.
Di atas kertas, fondasi ekonomi nasional tampak kokoh. Namun, suasana yang berkembang di ruang publik sering kali berbeda.
Di pasar tradisional, warung kopi, media sosial, ruang kelas, hingga komunitas pelaku usaha, percakapan yang mengemuka justru dipenuhi keluhan.
Harga kebutuhan hidup terasa semakin mahal, mencari pekerjaan semakin sulit, usaha belum seramai dulu, sementara pendapatan tidak bertambah secepat pengeluaran. Jika ekonomi memang tumbuh, mengapa rakyat masih mengeluh?
Pertanyaan inilah yang layak dijawab secara jujur. Sebab keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari angka-angka statistik, tetapi juga dari seberapa jauh masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah investasi senilai Rp 1,96 triliun pada tiga lembaga keuangan internasional.
Investasi tersebut berupa penempatan dana jangka panjang dalam bentuk saham, surat utang, maupun investasi langsung. Penempatan dana itu bertujuan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta manfaat lain demi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Tetapi rakyat kelas menengah belum merasakan manfaat dari kebijakan kementerian keuangan.
Bulan Juli Agustus adalah bulan terberat dan tergelap bagi kelas menengah.
Badai gelombang PHK mungkin banyak terjadi di bulan Agustus






