Kabupaten Bandung Barat.Swara Jabbar News Com.-Tati Supriati Irwan, S.Sos dari Fraksi Partai Golkar melaksanakan kegiataan Reses III Tahun Sidang Tahun 2025- 2026 bertempat di Kp.Ciselang Desa Jati Kecamatan Saguling Kabupaten Bnadung Barat. Rabu 10 Juni 2026.
Reses ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Tujuan utama reses sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk turun langsung ke dapil demi mendengarkan, menyerap, serta mengawal aspirasi masyarakat.
Sebagai anggota legislatif perwakilan Dapil III (Kabupaten Bandung Barat), ia menegaskan bahwa komitmennya setelah dilantik adalah langsung bekerja cepat (“ngabret”) mendatangi masyarakat pelosok wilayah Kabupaten Bandung Barat untuk mendengar kendala riil di lapangan ungkap Tati Supriati Irwan.

Dalam kesempatan tersebut, Tati Supriati Irwan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kp Ciselang Kabupaten Bandung Barat yang diantaranya bidang pembangunan infrastruktur, rutilahu, Pengembangan potensi desa melalui penguatan UMKM, optimalisasi potensi pertanian dan peternakan, agar mendapat perhatian dan bantuan stimulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia menyatakan tidak ingin kehadirannya di dewan hanya sekadar formalitas, melainkan harus membawa manfaat konkret yang langsung dirasakan oleh warga Cipelang ungkap Tati.
Kp Ciselang merupakan wilayah kerja utama dalam penyerapan aspirasi Dapil III Jabar (Kabupaten Bandung Barat). Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Cianjur dan memiliki karakteristik pedesaan dengan potensi perkebunan serta tantangan infrastruktur yang sering diaspirasikan masyarakat.
Kendala medan geografis atau infrastruktur di pelosok wilayah selatan tidak menjadi halangan baginya untuk konsisten melaksanakan kegiatan reses.

Saat ini, desa yang telah dikunjungi oleh Legislator Tati Supriati Irwan berjumlah 102 Desa di wilayah Kabupaten Bandung Barat, merupakan hal yang sangat spektakuler bagi sosok Perempuan yang merakyat, pekerja keras, tegas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelompok marginal di pedesaan.
Ia dikenal sebagai figur yang rajin turun ke lapangan (blusukan) guna memantau roda pemerintahan desa sekaligus mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat.
Tampak raut wajah kebahagian dari warga-warga pelosok di Kabupaten Bandung Barat, menyambut setiap kedatangan Wakil Rakyat Tati Supriati Irwan, hanya untuk menitipkan secerah harapan agar kehidupan semakin baik.
Mendapat apresiasi dari masyarakat, pemerintahan desa maupun kecamatan, Aksi blusukan dan kunjungan ke pelosok Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dilakukan oleh Tati Supriati Irwan bertujuan untuk memotong jarak birokrasi, menyerap langsung keluhan riil warga pedesaan, serta memastikan keadilan pembangunan di wilayah terpencil.

Sebagai wakil rakyat, wilayah pelosok Bandung Barat (seperti wilayah selatan di Rongga, Gununghalu, atau Cihampelas) memiliki tantangan geografis tersendiri. Alasan penting di balik agenda blusukan tersebut meliputi:
Menjangkau Suara Warga yang Tidak Tersampaikan, Banyak masyarakat di pelosok desa menghadapi kendala jarak untuk menyampaikan aspirasi ke pusat pemerintahan.
Blusukan menjadi ruang tatap muka langsung agar masyarakat kecil, seperti petani, buruh, dan ibu rumah tangga—bisa mengadukan masalah harian mereka tanpa sekat birokrasi.
Validasi Lapangan Masalah Infrastruktur & Geografis, Wilayah pelosok Bandung Barat rawan terhadap kendala infrastruktur seperti jalan rusak, jembatan gantung yang tidak layak, dan saluran irigasi yang buruk.
Dengan turun langsung, dapat melihat kondisi fisik fasilitas umum secara objektif untuk kemudian dijadikan bahan evaluasi dan usulan penganggaran di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Harapan utama dari pelaksanaan reses adalah terwujudnya percepatan pembangunan yang berkeadilan di pelosok Kabupaten Bandung Barat melalui realisasi anggaran provinsi yang tepat sasaran Tutup Tati Supriati Irwan. (AP)










