Tia Fitriani Menggelar Reses III Tahun Sidang 2025-2026 di Desa Pakutandang Ciparay

Kabupaten Bandung.Swara Wanita Net.-Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Tia Fitriani, menggelar Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin, 15 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, ketua RT dan RW, serta pengurus dan kader Partai NasDem dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung. Selain menjadi ajang penyerapan aspirasi masyarakat, reses juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat konsolidasi organisasi pascapelantikan pengurus Partai NasDem Kabupaten Bandung.

Dalam sambutannya, Tia Fitriani menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota legislatif untuk memastikan berbagai kebutuhan dan persoalan masyarakat dapat tersampaikan secara langsung kepada wakil rakyat.

“Sebagai wakil rakyat, tugas kami adalah memastikan aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan dan menjadi perhatian pemerintah,” ujar Tia.

Pada kesempatan tersebut, Tia juga memberikan arahan kepada para pengurus dan kader NasDem agar terus memperkuat komunikasi serta soliditas organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Menurutnya, keberhasilan partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat sangat ditentukan oleh kekuatan struktur organisasi dan kedekatan kader dengan warga.

Ia mengingatkan para pengurus untuk aktif mengikuti agenda-agenda organisasi serta menjaga komitmen yang telah dibangun setelah resmi menjadi bagian dari struktur partai.

“Ketika kita sudah menyatakan diri masuk ke dalam struktur partai politik, ada tanggung jawab yang harus dijalankan bersama. Kehadiran dan partisipasi kader dalam setiap kegiatan organisasi menjadi bagian dari komitmen tersebut,” katanya.

Tia mengatakan Partai NasDem ingin hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai mitra pemerintah, tetapi juga sebagai kekuatan politik yang mampu memberikan kritik konstruktif disertai solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Menurut dia, setiap kritik yang disampaikan harus diiringi gagasan dan langkah penyelesaian yang nyata sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dalam forum tersebut, Tia juga menyampaikan rencana pemberian perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi para pengurus partai. Program tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada kader yang aktif menjalankan berbagai kegiatan organisasi di lapangan.

“Kami ingin para pengurus memiliki perlindungan yang memadai sehingga dapat menjalankan aktivitas organisasi dengan lebih tenang dan maksimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tia mendorong percepatan pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa guna memperluas jangkauan pelayanan dan memperkuat penyerapan aspirasi masyarakat. Menurutnya, struktur organisasi yang kuat hingga akar rumput akan mempermudah komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai usulan terkait pembangunan lingkungan, pemberdayaan ekonomi warga, serta sejumlah persoalan sosial yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.

Seluruh aspirasi yang disampaikan, kata Tia, akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program dan kebijakan di DPRD Jawa Barat agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Melalui agenda tersebut, Tia berharap hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik sehingga setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.[R]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *