Bandung.Swara Wanita Net.-Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Dra. Hj.Lina Ruslinawati menuturkan Hari Kelautan Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 2 Juli untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut.
Berikut adalah fakta penting mengenai Hari Kelautan Nasional:
Tujuan Peringatan
Menjaga Ekosistem, Mengajak masyarakat menghentikan pencemaran laut seperti membuang sampah plastik.
Edukasi Publi, Mengenalkan potensi besar kekayaan maritim yang dimiliki oleh Indonesia.
Potensi Maritim Indonesia
Negara Kepulauan, Memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan wilayah laut yang sangat luas.
Segitiga Terumbu Karang: Menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati bawah laut tertinggi di dunia.
Sektor Ekonomi, Menyediakan sumber penghidupan utama bagi jutaan nelayan lokal.
Cara Berpartisipasi :
Kurangi Plastik, Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai agar tidak berakhir di lautan.
Aksi Bersih Pantai, Mengikuti atau mengadakan kegiatan membersihkan sampah di area pesisir.
Dukung Nelayan Lokal: Membeli hasil laut tanggapan lokal yang ditangkap secara ramah lingkungan
Dra. Hj. Lina Ruslinawati memanfaatkan momentum pengawasan sektor maritim untuk mendesak perlindungan nyata bagi nelayan tradisional, yang selaras dengan semangat Hari Kelautan Nasional. Sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, fokus utamanya tertuju pada penyelesaian krisis infrastruktur kelautan di pesisir selatan Jabar.
Pernyataan terbaru dan paling menonjol dari Lina Ruslinawati berfokus pada polemik Pelabuhan Perikanan Jayanti di Kabupaten Cianjur:
Desakan Percepatan Pembangunan Kolam Labuh Pelabuhan Jayanti
Krisis Kapasitas Sandar: Lina menyoroti kondisi mendesak di Pelabuhan Jayanti di mana ada sekitar 2.000 nelayan dengan 2.000 perahu aktif, namun kapasitas kolam labuh yang tersedia baru mampu menampung 300 perahu.
Ancaman Keselamatan Nelayan: Ia menyatakan keprihatinannya karena ribuan perahu terpaksa bersandar di laut lepas. Saat ombak besar datang, perahu-perahu tersebut rentan terisi air, karam, hingga hanyut. Kehilangan perahu berarti kehilangan mata pencaharian utama mereka.
Kritik Lambannya Penanganan: Lina melontarkan kritik terhadap lambannya penyelesaian masalah ini. Ia menyayangkan adanya kendala di lapangan
Meminta Gubernur Turun Tangan: Ia mendesak Gubernur Jawa Barat untuk meninjau langsung ke lokasi guna melakukan pendekatan dialogis yang persuasif guna meluluhkan ego sektoral demi kesejahteraan nelayan (AP)











