Prof. Dr. Rokhmin Dahuri Peduli Hutan Mangrove, Peduli Nelayan.
Oleh Jeremy Huang Wijaya.

Berpuluh tahun banyak oknum wakil rakyat yang melupakan rakyat yang sudah memilihnya sesudah mereka terpilih jadi wakil rakyat, baru ingat rakyat ketika menjelang pemilu. Kata kawan banyak oknum wakil rakyat Seperti bang Thoyib lagu yang dinyanyikan oleh Wali.
Tetapi Prof Rokhmin Dahuri berbeda dengan mereka, Prof DR Rokhmin Dahuri asli kelahiran Kab Cirebon selalu mengunjungi Dapil Kota Cirebon,Kab Cirebon dan Indramayu.
Prof Dr Rokhmin Dahuri lahir 16 November 1958 Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia ke-3
Masa jabatan 10 Agustus 2001 – 20 Oktober 2004
Rokhmin Dahuri adalah seorang akademisi, peneliti, dan pakar di bidang kelautan dan perikanan Indonesia. Rokhmin Dahuri dikenal atas kontribusinya dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia serta perannya dalam pendidikan dan penelitian di bidang manajemen sumber daya perairan. Rokhmin Dahuri adalah Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1982 dari Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor dan gelar doktor dari School for Resources and Environmental Studies Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, Kanada pada tahun 1991.
Prof Dr Rokhmin Dahuri adalah Wakil Rakyat yang paling produktif, merakyat dan menyatu dengan Rakyat.
Prof Dr Rokhmin Dahuri adalah Anggota Komisi IV DPR RI dari Daerah Pemilihan Kab Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu Sejak Juli 2026 selalu mengunjungi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu melaksanakan rangkaian kegiatan Reses dengan mengunjungi masyarakat, berdialog bersama para Konstituen, serta Menyerap Berbagai Aspirasi yang berkembang di wilayah Kab Cirebon, Kota Cirebon dan Kab Indramayu.
Selama delapan hari Prof Dr Rokhmin Dahuri turun langsung menemui masyarakat koordinator desa, atau Kordes, Tokoh Masyarakat, petani, nelayan, pembudidaya ikan, pelaku UMKM, kelompok usaha, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Menurut Prof Dr Rokhmin Dahuri, Reses bukan sekedar agenda formal atau kunjungan seremonial seorang anggota DPR RI. Reses merupakan kewajiban konstitusional sekaligus tanggung jawab moral untuk hadir di tengah rakyat, melihat kondisi nyata real di lapangan melakukan “belanja masalah” dan bersama sama merumuskan solusi. Belanja masalah adalah mendengarkan, menyerap aspirasi, menyalurkan permintaan dan masalah yang ada di masyarakat di salurkan ke pihak dinas instansi terkait.
Dalam setiap pertemuan, Prof Rokhmin mengedepankan dialog dan musyawarah. Masyarakat tidak boleh hanya ditempat kan sebagai penerima program, tetapi harus menjadi subyek utama pembangunan yang dilibatkan, sejak proses perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan hingga pengawasan.
Aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi bahan perjuangan melalui tiga fungsi utama DPR RI yaitu Legislasi, penganggaran dan pengawasan. Berbagai persoalan yang di temukan di lapangan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta para pemangku terkait agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang tepat sasaran.
Dalam rangkaian kegiatan reses di 3 daerah tersebut, Prof Dr Rokhmin Dahuri juga menyalurkan sebanyak 1036 paket bantuan pangan dari Bulog, masing masing berisi lima kilogram beras. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Namun, Prof Dr Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa bantuan pangan bukanlah tujuan akhir pembangunan. Bantuan harus menjadi pemantik untuk memperkuat solidaritas sekaligus diikuti program pemberdayaan yang mampu meningkatkan ketrampilan produktivitas, akses usaha, lapangan kerja, pendapatan dan kemandirian masyarakat.
Kehadiran seorang wakil rakyat tidak cukup hanya ditujukan dengan membagikan bantuan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap sarana produksi, tekhnologi, pendidikan, pelatihan, pembiayaan, pendampingan usaha serta kepastian pasar agar mampu hidup semakin produktif dan sejahtera.
Rangkaian kegiatan reses Prof Dr Rokhmin Dahuri juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup, termasuk melalui kegiatan pelestarian dan penanaman mangrovenya.












