
Bandung Barat.Swara Wanita Net.-Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Tati Supriati Irwan, S.Sos., mengajak seluruh kader Gerakan Pramuka di Jawa Barat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui sektor ketahanan pangan. Pesan kuat ini disampaikannya Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 yang mengusung tema nasional: “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Sebagai legislator yang membidangi perekonomian dan pertanian, Tati Supriati Irwan menegaskan bahwa tantangan global yang dihadapi bangsa saat ini memerlukan kontribusi nyata dari elemen kepemudaan, termasuk Pramuka. Menurutnya, nilai kedisiplinan dan kemandirian yang diajarkan dalam kepanduan harus diwujudkan dalam aksi konkret yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Pramuka hari ini harus melangkah lebih jauh. Bukan lagi sekadar tentang dasi dan seragam cokelat, tetapi bagaimana mengimplementasikan Dasa Darma dalam menjawab isu krusial bangsa, salah satunya swasembada pangan. Adik-adik Pramuka harus menjadi pelopor pemanfaatan teknologi pertanian dan pengelolaan lahan produktif di lingkungannya masing-masing,” ujar legislator asal Fraksi Partai Golkar tersebut.
Dalam peringatan ini, terdapat tiga poin strategis yang digarisbawahi untuk memajukan peran kepanduan:
Aksi Nyata Ketahanan Pangan: Mendorong Gugus Depan dan Kwartir menggalakkan program pertanian mandiri, seperti pemanfaatan pekarangan sekolah berbasis edufarming.
Kolaborasi Sektoral Komisi II: Membuka ruang sinergi antara program pemberdayaan pemuda di Pramuka dengan sektor UMKM serta ketahanan pangan daerah Jawa Barat.
Kaderisasi Pemimpin Adaptif: Mempersiapkan mentalitas generasi muda digital yang tangguh, berkarakter, dan berintegritas demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Apresiasi tinggi juga diberikan oleh Tati Supriati Irwan kepada para pembina dan pelatih yang konsisten menempa karakter generasi muda di seluruh pelosok Jawa Barat. Untuk merealisasikan program kerja organisasi secara cepat dan novatif Pungkasnya. (AP)











