Bandung Barat.Swara Wanita Net.-Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Tati Supriati Irwan, menyerukan momentum Hari UMKM Nasional 2026 sebagai titik balik penting bagi produk lokal untuk merajai pasar domestik. Menghadiri rangkaian peringatan yang bersinergi dengan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Tati menegaskan komitmennya untuk mengawal produk-produk desa agar tidak sekadar bertahan, tetapi melompat masuk ke dalam ekosistem industri nasional.
“UMKM bukan lagi sekadar jaring pengaman sosial saat krisis, melainkan mesin utama penggerak kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Hari ini, bertepatan dengan Hari UMKM Nasional, mari kita satukan visi: produk dari pelosok desa di Bandung Barat harus naik kelas dan menjadi pemain utama dalam rantai pasok nasional,” ujar Tati
Tiga Pilar Strategis Menuju Pasar Nasional
Sebagai wakil rakyat yang membidangi sektor perekonomian dan koperasi, Tati Supriati Irwan menjabarkan tiga langkah konkret yang tengah didorong legislatif bersama pemerintah daerah:
Infrastruktur Digital Pedesaan
Membuka sumbatan akses pasar dengan menghubungkan forum UMKM tingkat desa langsung ke platform e-commerce nasional melalui pelatihan literasi digital yang masif.
Jaringan Permodalan Sehat.
Mengawal implementasi pembiayaan daerah yang cepat dan ramah guna memutus ketergantungan pelaku usaha mikro dari jeratan rentenir.
Standardisasi Mutu Ekosistem.
Memfasilitasi percepatan sertifikasi legalitas (NIB, Sertifikasi Halal, PIRT) dan peningkatan estetika kemasan agar produk lokal mampu bersaing di rak ritel modern.
“Kami di Komisi II DPRD Jabar akan terus menekan pihak eksekutif, khususnya Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (DISKUK) Jabar, agar alokasi anggaran intervensi benar-benar menyentuh dapur produksi pelaku usaha. Selamat Hari UMKM Nasional 2026! Mari kita beli, kita bela, dan kita bangga pada produk buatan rakyat sendiri,” pungkas Tati optimis. (AP)












