Bandung Barat.Swara Jabbar News Com.-Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat terus memperketat pengawasan terhadap standarisasi dan keamanan komoditas pertanian lokal. Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, Dra. Hj. Lina Ruslinawati, anggota melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) spesifik ke Satuan Pelayanan Laboratorium Kimia Agro di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (6/8/2026).
Kunjungan ini berfokus pada evaluasi kesiapan operasional sarana pengujian pasca-revitalisasi guna menjamin kualitas produk hortikultura Jabar tembus ke pasar modern dan internasional.
Dalam peninjauannya, Lina Ruslinawati menegaskan bahwa Laboratorium Kimia Agro memiliki peran yang sangat vital dalam rantai ketahanan pangan.Fasilitas sains ini bertugas menguji keamanan pangan segar dari kontaminasi berbahaya, mendeteksi residu pestisida, hingga menguji mutu pupuk serta kimia tanah.Proteksi ini dinilai krusial agar konsumen terlindungi dan produk petani memiliki nilai tawar yang tinggi.
“Kita harus memastikan bahwa setelah sarana prasarana ini direhabilitasi dan diperkuat, operasional laboratorium di Lembang ini harus langsung berjalan optimal.Pelayanan pengujian mutu tidak boleh mandek karena ini menyangkut kepercayaan pasar terhadap komoditas unggulan dari Jawa Barat,” ujar Lina Ruslinawati di sela-sela pengecekan ruang instrumen lab.

Politisi senior dari Partai Gerindra ini juga menyoroti pentingnya modernisasi alat uji agar proses sertifikasi bisa berjalan lebih cepat dan akurat.Menurutnya, ketepatan hasil uji berbasis sains adalah modal utama agar produk hortikultura asal KBB dan wilayah Jabar lainnya mampu bersaing ketat dengan produk impor .
Selain memantau fasilitas teknis, Kunker ini juga dimanfaatkan Komisi II untuk mengevaluasi efektivitas penyerapan sisa anggaran Tahun Anggaran 2026.Pengawasan ini sekaligus menjadi acuan penyusunan skema bantuan stimulus dan kebijakan pembiayaan pertanian pada rancangan anggaran Tahun Anggaran 2027 mendatang.

Di akhir kunjungannya, Lina mendesak Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat bersama UPTD terkait untuk lebih masif melakukan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat luas, khususnya kelompok tani.
“Banyak petani kita di daerah yang belum tahu kalau kita punya fasilitas laboratorium pengujian yang mumpuni seperti ini [L3]. Pihak balai harus jemput bola, sosialisasikan layanan ini agar pemanfaatannya maksimal demi mendongkrak kesejahteraan petani kita,” pungkas Lina.
Melalui komitmen pengawasan yang konsisten ini, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap sektor agro hulu-ke-hilir Jabar semakin tangguh, mandiri, dan menjadi pelopor pangan sehat di tingkat nasional.(AP)






