Kota Bogor.Swara Wanita Net.-Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengapresiasi Pemerintah Daerah Kota Bogor dan panitia Festival Merah Putih yang telah menyelenggarakan Kirab Merah Putih dalam rangka Festival Merah Putih ke-11 di Tugu Kujang, Kota Bogor, Minggu (9/8/2026).
Herman mengatakan, Kirab Merah Putih bukan sekadar kegiatan simbolik dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan menuju Jawa Barat Istimewa.
“Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat atas nama Pak Gubernur KDM, Bapak Aing, mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemda Kota Bogor beserta panitia yang telah melaksanakan kegiatan keren, namanya Kirab Merah Putih dalam rangka Festival Merah Putih yang ke-11,” ujar Herman usai acara.
Menurut Herman, jika dahulu para pahlawan berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan mempertaruhkan jiwa dan raga, maka generasi saat ini memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan semangat perjuangan yang sama.
Ia menilai semangat pantang menyerah dan keberanian untuk berjuang harus terus diterapkan dalam pembangunan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Representasinya merah putih spirit perjuangan. Spirit pantang menyerah. Spirit untuk bertaruh, dulu pahlawan bertaruh sehingga kita bisa merdeka dan sekarang pun mengisi kemerdekaan harus bertaruh. Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan (Sutan Sjahrir),” tegasnya.
Herman juga menyinggung sosok Jenderal Sudirman yang dihadirkan sebagai salah satu tokoh dalam Kirab Merah Putih. Menurutnya, perjuangan Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk melalui perang gerilya dalam kondisi sakit, menjadi teladan bagi generasi saat ini.
“Kalau dulu merebut-mempertahankan. Kalau sekarang mengisi kemerdekaan. Tantangannya sama beratnya,” ucap Herman.
Ia mengatakan, perjuangan pada masa kini diwujudkan melalui berbagai upaya pembangunan, mulai dari menurunkan kemiskinan dan pengangguran hingga meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat.
Herman menegaskan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat saat ini terus berfokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Jabar Istimewa yang ditandai dengan berbagai indikator makro pembangunan.
“Kami perlu informasikan ke teman-teman di Hari Kemerdekaan RI ke-81 ini, Jabar insyaallah ada di track yang tepat. Walaupun di sana-sini ada kekurangan, tidak ada masalah. Progresnya relatif membanggakan, yang kurang-kurangnya sedang kami perbaiki,” katanya.
Ia memaparkan, salah satu capaian tersebut terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada Triwulan I yang mencapai 5,79 persen, berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat disebut mengalami peningkatan sebesar 0,98 poin menjadi 75,90. Herman menyebut peningkatan tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia.
“Kalau ingin melihat kinerja kepala daerah, kinerja pemerintah bukan hanya melihat kumulatif, tapi harus melihat delta, melihat peningkatannya selama kepemimpinan kepala daerah,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Herman menyebut prevalensi stunting di Jawa Barat juga mengalami penurunan signifikan secara year on year. Ia menyampaikan angka stunting turun dari 27,7 persen menjadi 15,9 persen atau turun sebesar 5,8 persen, yang disebutnya sebagai penurunan tertinggi di Indonesia.
Sementara itu, angka kemiskinan Jawa Barat turun sebesar 0,3 poin, sedangkan tingkat pengangguran turun 0,1 poin atau lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang turun 0,08 poin.
“Jadi secara keseluruhan Jabar ada di jalan yang benar, tapi butuh partisipasi, saran, pendapat dari semua kabupaten kota dan daerah karena membangun hari ini sama dengan berjuang, harus bergotong royong,” tutur Herman.
Herman menekankan bahwa pembangunan Jawa Barat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta kabupaten dan kota.






