Sembahyang Zhong Yuan atau Festival Hantu Lapar

Sembahyang Zhong Yuan atau Festival Hantu Lapar

Oleh Jeremy Huang Wijaya

Tahun 1950-1990 di Kelenteng Jamblang setiap bulan Agustus ada perayaan Sembahyang rebutan. Atau nama lainnya “Festival Zhong Yuan (中元节; Zhong Yuan Jie), atau Festival Hantu Lapar (Hungry Ghost Festival), atau masyarakat Cirebon Jamblang dan Indramayu lebih mengenal dengan sebutan “Sembahyang Rebutan”. Perayaan ini jatuh setiap tanggal 15 bulan 7 Imlek.Bulan Hantu dimulai pada tanggal 12 Agustus dan berakhir pada tanggal 9 September. Untuk memperingati dibukanya gerbang Neraka dan Surga, sebuah alam spiritual yang memungkinkan semua roh dan jiwa untuk menerima rezeki, uang, dan persembahan lainnya.
“Selain itu, Bulan Hantu berakar dari tradisi Buddhisme dan Taoisme, serta dipraktikkan di sejumlah wilayah seperti Taiwan, Hong Kong, China, Malaysia, Thailand, dan Singapura,”
Disetiap Kelenteng dan Vihara
Dalam sembahyang tersebut disajikan aneka hasil bumi dan perkebunan untuk arwah leluhur.
Singkawang beberapa hari yang lalu menyelenggarakan sembahyang rebutan atau yang lebih dikenal Festival Zhong Yuan. Konon pada hari tersebut pintu pintu neraka dibuka lebar lebar dan para roh arwah leluhur akan keluar untuk mengunjungi dunia mereka rebutan cari makanan waktu mereka hidup.
Tujuan sembahyang rebutan supaya arwah yang sudah meninggal tidak mengganggu yang hidup.
Biasanya sesudah sembahyang, hasil bumi dan perkebunan yang sudah disembahyang dibagikan kepada warga.
Sembahyang rebutan selain menghormati leluhur juga untuk mensyukuri hasil pertanian dan perkebunan.
Sembahyang bulan hantu dirayakan dibeberapa negara dengan nama berbeda di bulan Agustus yaitu Obon (di Jepang)
Baekjung (di Korea)
Vu Lan (di Vietnam)
Pchum Ben (diamati oleh orang Khmer ) dan Sen Kbal tek , សែនក្បាលទឹក (diamati oleh Tionghoa-Kamboja) (di Kamboja)
Boun Khao Padap Din (di Laos)
Mataka dānēs (di Sri Lanka)
Sat Thai (di Thailand
Pada hari kelima belas, alam Surga dan Neraka serta alam orang hidup terbuka, dan baik penganut Taoisme maupun Buddhisme akan melakukan ritual untuk mengubah dan menghapus penderitaan orang yang telah meninggal. Yang melekat pada Bulan Hantu adalah penghormatan terhadap orang mati , di mana secara tradisional bakti kepada keturunan berlanjut kepada leluhur mereka bahkan setelah kematian mereka. Kegiatan selama bulan tersebut meliputi menyiapkan persembahan makanan ritual, membakar dupa yang mengandung Styrax benzoin , dan membakar kertas joss , yaitu bentuk kertas bubur dari barang-barang seperti pakaian, emas, dan barang-barang berharga lainnya untuk arwah leluhur yang berkunjung.
Mengadakan sembahyang rebutan dipercaya menghindarkan dari bencana dan menghindarkan wabah penyakit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *