Sudahkah Kita Siap Jika Ada Bencana
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Bulan Nopember sampai Februari terjadi perubahan iklim, curah hujan tinggi. Sehingga menimbulkan banyak bencana alam seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.
Di bulan Nopember sampai Februari banyak terjadi Bencana hidrometeorologi disebabkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.
Jenis-jenis bencana hidrometeorologi antara lain: Banjir; Tanah longsor; Kekeringan; Badai; Gelombang panas
Baru baru ini dunia terkejut dengan adanya Bencana besar di Nepal yaitu Banjir Bandang.
Banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu (26/8) mengungkap ancaman lain dari pemanasan global, pegunungan tinggi yang semakin tidak stabil.
Analisis satelit dan data seismik menunjukkan bencana tersebut dipicu runtuhnya bagian gletser dan batuan di Gunung Langtang Lirung, Himalaya. Material es, batu, lumpur, dan air kemudian meluncur ke sungai dan menghasilkan banjir besar ke wilayah hilir.
Kita juga berada di wilayah Cincin api Pasifik yang berarti gempa dan gunung Erupsi dapat terjadi.
Sudahkah kita siap jika bencana itu terjadi.
Sudahkah pemerintah siapkan dana jika adanya Bencana.
Berharap pemerintah dapat menghentikan pembentukan lembaga baru, menghentikan mengangkat orang orang baru di lembaga pemerintahan.
Lebih baik anggarannya untuk anggaran Bencana.
Sehingga dapat menyelamatkan banyak orang.
Anggaran Bencana harus diperbesar.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.
Sudahkah siap untuk mitigasi bencana. Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, baik sebelum bencana terjadi maupun dalam jangka panjang
Mitigasi Bencana meliputi
Mendirikan bangunan sesuai aturan baku (tahan gempa) · 2. Kenali lokasi bangunan tempat Anda tinggal · 3. Tempatkan perabotan pada tempat












