Banjir Pertanyaan Kritis dari Pelajar Cisarua, Tati Supriati: Bukti Generasi Muda Peduli Situasi Bangsa

Bandung Barat.Swara Wanita Net.-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2024–2029, Tati Supriati Irwan, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi kepada generasi muda di Kabupaten Bandung Barat yang dinilai kritis dan responsif terhadap situasi bangsa saat ini. Hal ini mengemuka saat politisi Partai Golkar tersebut menggelar agenda kerja “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” di MA Bina Insani, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jum’at 23 Oktober 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Tati mengaku terpukau oleh kedalaman berpikir para siswa. Ruang kelas yang biasanya menjadi tempat belajar teori, seketika berubah menjadi forum diskusi yang dinamis saat para siswa melontarkan pertanyaan dan pernyataan kritis terkait isu-isu nasional terkini.

“Luar biasa. Siswa-siswi yang hadir sangat menyimak apa yang sedang hangat diberitakan media dan mengikuti perkembangan situasi di Indonesia. Apresiasi besar untuk generasi muda penerus di MA Bina Insani Cisarua. Mereka tidak hanya fokus belajar di kelas, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi perihal situasi bangsa,” ujar Tati Supriati Irwan .

Suasana diskusi sempat memanas secara positif ketika salah satu siswa dengan lantang menyampaikan pandangannya bahwa “Negeri ini sedang tidak baik-baik saja” sebelum sesi tanya jawab resmi dimulai. Keberanian berpendapat ini memicu rentetan pertanyaan kritis lainnya dari para siswa, di antaranya:

“Apakah Pemerintah Harus di Kritik?”

“Bagaimana Pandangan Mengenai Demonstrasi yang terjadi beberapa hari ini?”

“Bagaimana sikap terkait Kebakaran Hutan yang sedang melanda saat ini?”

Tidak hanya kritis terhadap isu sosial-ekologis dan hak berpendapat, para pelajar ini juga menunjukkan pemahaman yang matang terkait integritas pemilu. Saat Tati melempar interaksi mengenai apa yang harus dihindari menjelang pesta demokrasi, salah satu siswa dengan spontan menjawab, “Hindari Serangan Fajar!”

Bagi Tati, respon-respon spontan dan tajam dari para siswa ini membuktikan bahwa program Pendidikan Demokrasi yang diusung DPRD Jawa Barat bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjembatani suara generasi muda.

“Agenda Pendidikan Demokrasi ini menjadi sangat penting. Di samping memberikan pembelajaran teoritis tentang sistem demokrasi, agenda ini menjadi forum strategis bagi kami di parlemen untuk mendengarkan langsung pandangan, kegelisahan, serta harapan generasi muda tentang masa depan Indonesia,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 3 (Kabupaten Bandung Barat) tersebut.

Melalui kegiatan ini, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap dapat terus memupuk nalar kritis yang sehat di kalangan pelajar, sekaligus memastikan bahwa aspirasi pemuda di pelosok daerah tetap mendapatkan ruang di meja kebijakan penentu kebijakan. (AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *