Kabupaten Bekasi.Swara Wanita Net.-Generasi Z (Gen Z) memegang kunci utama dalam menentukan arah dan kualitas masa depan demokrasi di Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Cucu Sugiarti, S.IP., M.Pd., saat menggelar kegiatan Pendidikan Demokrasi di hadapan ratusan siswa-siswi SMK Darurohman, Kabupaten Bekasi. Sabtu 24 Oktober 2026.
Dalam pemaparannya yang interaktif, legislator dari Fraksi PKS DPRD Jawa Barat ini mengusung tema besar: “Gen Z Cerdas, Demokrasi Berkualitas.” Ia menekankan bahwa esensi demokrasi jauh lebih luas daripada sekadar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan memilih pemimpin.
“Demokrasi bukan hanya sekadar tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang bagaimana kita memahami hak dan kewajiban, menghargai perbedaan pendapat, serta berani menyuarakan aspirasi secara santun dan bertanggung jawab,” ujar Dr. Cucu Sugiarti di hadapan para siswa.
Melalui kegiatan edukasi ini, generasi muda di SMK Darurohman Bekasi diajak untuk menyadari pentingnya peran aktif mereka dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat, kritis, dan berintegritas. Dr. Cucu mengingatkan bahwa kemajuan teknologi yang dikuasai oleh Gen Z harus berjalan beriringan dengan kesadaran politik yang sehat.
“Masa depan demokrasi Indonesia ada di tangan generasi yang berani berpikir kritis, bijak dalam bersikap, dan aktif berpartisipasi. Jadilah Gen Z yang bukan hanya melek teknologi, tetapi juga melek demokrasi,” tambahnya.
Kegiatan Pendidikan Demokrasi ini merupakan bagian dari komitmen nyata Dr. Cucu Sugiarti selaku anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dalam mengawal penguatan ideologi, wawasan kebangsaan, dan pendidikan politik sejak dini bagi pemilih pemula di wilayah Jawa Barat.

Peran Penting Gen Z dalam Menjaga Kualitas Demokrasi di Indonesia
Sesuai dengan esensi yang disampaikan oleh Dr. Hj. Cucu Sugiarti, Gen Z bukan sekadar penonton, melainkan aktor utama dalam ekosistem demokrasi modern. Berikut adalah beberapa peran krusial Gen Z dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia:
Menjadi Digital Firewalls (Penjaga dari Hoaks): Sebagai generasi yang lahir di era digital, Gen Z memiliki kemampuan tinggi untuk menyaring informasi. Peran penting mereka adalah melawan penyebaran hoaks, disinformasi, dan kampanye hitam di media sosial dengan mengedepankan literasi digital.
Penggerak Partisipasi Inklusif: Gen Z mampu memanfaatkan platform digital untuk menyuarakan isu-isu sosial, lingkungan, dan kemanusiaan. Mereka bisa menggerakkan petisi online, diskusi publik virtual, dan kampanye sosial yang membuat proses demokrasi menjadi lebih inklusif dan transparan.
Pemilih yang Rasional dan Kritis: Dibandingkan generasi sebelumnya, Gen Z cenderung lebih fokus pada rekam jejak, program kerja, dan substansi kebijakan daripada sekadar politik identitas atau popularitas kosong. Sikap kritis ini memaksa para calon pemimpin untuk meningkatkan kualitas visi mereka.
Menjaga Integritas Ruang Publik: Melalui karakter mereka yang menghargai keberagaman, Gen Z berperan penting dalam menciptakan budaya debat yang sehat di ruang digital—menyuarakan pendapat secara berani namun tetap santun, rasional, dan menghargai perbedaan pandangan. (AP)











