Soe Hok Gie Memiliki Idealisme Sampai Mati
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Tahun 1964-1969 aktivis mengenal Soe Hok Gie aktivis yang memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.
Soe Hok Gie (17 Desember 1942 – 16 Desember 1969 ) adalah seorang aktivis Tionghoa Indonesia. Beliau juga orang yang memiliki idealisme sampai akhir hidup nya.
Soe Hok Gie terkenal dengan pernyataan nya Lebih baik saya dikucilkan daripada hidup dalam kemunafikan.
Saat ini menjadi langka seseorang yang memiliki idealisme hingga akhir hayatnya seperti Soe Hok Gie.
Dikucilkan dalam lingkungan pergaulannya.
Sampai pacar nya Soe Hok Gie pun meminta putus karena kedua orang tua pacarnya tidak setuju anaknya pacaran dengan seorang aktivis seperti Soe Hok Gie.
Padahal Soe Hok Gie sudah ditawari jabatan jika mau bergabung dengan kekuasaan, Tetapi Soe Hok Gie memiliki prinsip hidup yang bagus.
Hebat nya Soe Hok Gie hingga akhir hayatnya tetap jaga nilai idealisme hingga akhir hayatnya.
Saat ini banyak aktivis yang awalnya memiliki idealisme tetapi ketika dapat tawaran jabatan dan posisi empuk kemudian menggadaikan nilai nilai idealisme demi jabatan yang empuk.
Soe Hok Gie meninggal ketika mendaki gunung Semeru tahun 1969. Gunung Semeru adalah Gunung Tertinggi di Jawa, alam menghargai perjuangan nya, Soe Hok Gie mendapatkan kehormatan meninggal di gunung tertinggi sebenarnya Jawa.
Ada aktivis Rocky Gerung sewaktu diwawancarai pernah berkata jika ada panggilan dari Istana, maka dengan tempo sesingkat singkatnya saya akan tolak kata Rocky Gerung.
Kini Rocky Gerung jadi Dewan Pertimbangan Presiden.
Budiman Sudjatmiko, pun kini masuk dalam lingkaran kekuasaan.
Seharusnya sebagai aktivis berani mengambil jarak dengan kekuasaan supaya jernih pikiran nya.
Kini Aktivis Yang Memiliki Idealisme jadi langka











