Bandung.Swara Wanita Net.-Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB) menggelar seminar bertajuk “Reformasi Polri dalam Perspektif Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia” di rooftop DPRD Jawa Barat, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Komisi I DPRD Jawa Barat, dalam program bertema “Sinergi Kepemimpinan dan Komunikasi Publik dalam Menegakkan Keadilan dan HAM.”
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Andre Sihotang, Rafael Situmorang, serta Prof. Musa Darwin. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi terbuka yang mempertemukan pemerintah daerah dengan kelompok masyarakat sipil dan organisasi kemahasiswaan.
Dalam sambutannya, Rafael Situmorang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum kolaboratif tersebut. Ia menekankan pentingnya membuka ruang dialog antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
“Terima kasih atas kehadiran semua pihak dalam acara kolaborasi ini. Kegiatan ini menjadi wadah agar pemerintah provinsi bersama kelompok masyarakat sipil dan organisasi mahasiswa memiliki ruang diskusi yang konstruktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tema reformasi kepolisian menjadi sangat relevan, terutama di tengah berbagai dinamika dan sorotan publik terhadap institusi Polri dalam beberapa waktu terakhir.
“Diskusi ini penting untuk membahas peran kepolisian dalam penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Kita berharap ada pertukaran gagasan, serta muncul alternatif kebijakan untuk memperbaiki sistem, rekrutmen, hingga posisi kepolisian sebagai alat negara,” katanya.
Lebih lanjut, Rafael menegaskan bahwa kepolisian sebagai institusi yang dibiayai negara harus mampu menjalankan fungsi penegakan hukum dan menjaga ketertiban dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai HAM.
“Kita ingin kepolisian menjadi pelayan masyarakat yang profesional, serta benar-benar hadir sebagai alat negara yang bekerja untuk kepentingan publik,” tambahnya.
Seminar ini juga diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi kalangan mahasiswa untuk terus berperan aktif sebagai intelektual muda dalam mendorong kemajuan bangsa, termasuk dalam mendorong reformasi institusi kepolisian.
Dengan adanya forum seperti ini, diharapkan lahir pemikiran-pemikiran kritis dan solutif guna memperkuat sistem penegakan hukum yang berkeadilan serta berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.(adv)






