Mengapa IHSG Masih Anjlok Meski Pimpinan BEI dan OJK Mundur

Mengapa IHSG Masih Anjlok Meski Pimpinan BEI dan OJK Mundur

Oleh Jeremy Huang Wijaya

Pekan lalu IHSG anjlok meskipun sempat diberhentikan perdagangannya. Hal ini membuat Direktur dan Wakil Direktur Bursa Efek Indonesia mengundurkan diri, jika pimpinan OJK Mundur dari jabatannya.
Dan pemerintah sudah mengangkat pejabat yang baru sebagai pimpinan di BEI (Bursa Efek Indonesia) dan OJK.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok lagi pada pembukaan perdagangan. IHSG berada di level 8.100 pagi ini.
Dikutip dari data RTI, Senin (2/2/2026), IHSG berada di level 8.132,36 pada pukul 09.05 WIB, turun 197 poin atau melemah 2,37%. IHSG dibuka pada level 8.306,18 poin.

Sebanyak 388 saham melemah, 180 saham menguat, dan 126 saham stagnan. Ada 3,95 miliar saham yang diperdagangkan dengan total turnover mencapai Rp 2,74 triliun dengan frekuensi perdagangan saat dibuka mencapai 312.135 kali. Berdasarkan data dari MNC Sekuritas.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) misalnya, melemah 12,40% ke harga Rp 226 per lembar saham. Kemudian PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah 12,11% ke harga Rp 3.700 per lembar saham. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 14,07% ke harga Rp 464 per lembar saham.

Selain itu PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 14,89% ke harga Rp 6.000 per lembar saham. Kemudian juga PT RMK Energy Tbk (RMKE) yang melemah 13,07% ke harga Rp 4.390 per lembar saham.
Konon katanya melemah nya index perdagangan saham pagi ini karena investor menunggu kepastian dari pertemuan Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dengan MSCI
Jatuhnya IHSG pagi ini tidak sesuai prediksi Purbaya menteri keuangan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir tercatat amblas 11 persen dan membuat Rp15 triliun dana asing keluar dari pasar modal Tanah Air
Akibatnya membuat perdagangan semakin lesu.
Dan dapat berdampak negatif bagi perdagangan dalam negeri.
Hal ini Harus ada respon cepat dari pemerintah.
Harus ada penyelesaian dan Solusi cepat dari pemerintah.
Supaya dapat menaikkan kembali perdagangan yang les

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *