Keluarga Generasi Kong Guan
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Siapa yang tidak kenal dengan kaleng biskuit Kong Guan, karena Produk ini selalu ada di rumah rumah warga se Nusantara hingga pedesaan, setiap hari Raya idul Fitri, selalu disajikan biskuit dalam kaleng Kong Guan, tetapi rumah rumah di Pedesaan, kaleng Kong Guan isinya rengginang atau opak. yang disajikan dalam kaleng Kong Guan.
Ada yang menarik dari gambar di kaleng Kong Guan yang tidak ada figur ayah hanya ada ibu dan anak anaknya.
Sehingga banyak yang bertanya dimana figur ayah dalam kaleng Kong Guan ini.
Ilustrasi kaleng Khong Guan dibuat sesuai pesanan perusahaan separasi film pada tahun 1970-an. Bernadus menerima contoh gambar dari sebuah majalah sebagai inspirasi awal pembuatan ilustrasi ini.
Ada yang meneliti bahwa gambar keluarga di kaleng biskuit Kong Guan mirip dengan ilustrasi dalam buku anak-anak klasik Inggris karya Harry Wingfield, menampilkan gambar ibu dan anak sedang menikmati teh sore sehabis pulang kerja, kira kira pukul 4 sore, sementara ayahnya belum pulang kerja.
Saat ini banyak keluarga tanpa kehadiran figur ayah dalam keluarga, ada yang bercerai, ada yang sibuk bekerja.
Padahal kehadiran figur ayah dalam keluarga adalah kebutuhan utama psikologi perkembangan jiwa anak sejak lahir.
Figur ayah dibutuhkan kehadiran nya untuk peduli dan berkomunikasi dengan anak anak nya. Pelukan ayah selalu di rindukan oleh anak anak nya.
Dalam perkembangan psikologi Anak kehadiran figur ayah yang selalu memeluk dan berkomunikasi dengan anak anak nya, akan membuat anak menjadi tangguh, percaya diri dan mandiri.
Ayah harus bertanggungjawab bukan hanya materi tetapi perkembangan psikologi jiwa anak.
Ciptakan keluarga yang utuh, ayah ibu dan anak, jangan hanya ibu dan anak seperti yang ada dalam kaleng Kong Guan. Luangkan waktu untuk perkembangan psikologi Anak









