Hidup Dari Makan Utang Jadi Fenomena
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Dalam beberapa hari ini rupiah belum turun dari 17.000 masih di atas 17.000,- belum pernah 16.000,-
Hari ini tanggal 22 Mei 2026 “Dilansir dari data Bloomberg, pukul 10.03 WIB rupiah berada pada level Rp 17.707 per dollar AS. Bahkan di Bank Bank ada yang menjual dollar hingga 18.000,-
Berikut adalah kurs rupiah hari ini di sejumlah bank nasional:
– BRI: Jual 17.820 Beli 17.520
– Bank Mandiri: Jual 17.780 Beli 17.720
– BNI: Jual 17.750 Beli 17.700
– BTN: Jual 17.820 Beli 17.570
– BCA: Jual 17.740 Beli 17.490
– CIMB Niaga: Jual 17.712 Beli 17.697
Hal ini membuat khawatir akan perkembangan ekonomi masyarakat, turun nya kelas menengah.
Kini kelas menengah banyak yang hidup dari makan utang.
Pelemahan rupiah secara drastis yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya menjadi persoalan pasar keuangan, tetapi mulai menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian domestik dan kehidupan masyarakat
“Lonjakan biaya hidup yang tak sebanding dengan kenaikan pendapatan membuat pinjaman online (pinjol) dan layanan paylater berubah dari sekadar gaya hidup menjadi alat bertahan hidup.
Kenaikan dollar membuat harga harga naik seperti plastik, kacang kedelai dan lainnya.
Dulu kelas menengah yaitu kelas staff perusahaan atau Bank jika makan siang di mall atau pusat perdagangan. Tetapi kini mereka membawa bekal makanan dari rumah, membuat puja sera yaitu pusat jajanan serba ada mengeluhkan turunnya jumlah pengunjung, meskipun ada banyak pusat makanan menurunkan harga.
Karena membawa bekal makanan sendiri dari rumah jauh lebih hemat.
Jika hari libur, mereka wisata ke tempat yang murah dan tempat penginapan yang murah .
Kadang kala mereka wisata ke pantai atau ke pegunungan membawa bekal makanan sendiri dari rumah.
Mereka tidak menginap di hotel mewah.
Para pedagang takut Juni juli inflasi dan deflasi bertemu harga semakin mahal jika dolar tidak turun












