Selamat Jalan Darma Suryapranata Pejuang Minoritas Dan Sosial
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Ada Pepatah Tiongkok berkata 人生中有一件事是每个人无法避免的,那就是死亡。
Rénshēng zhōng yǒuyī jiàn shì shì měi gèrén wúfǎ bìmiǎn de, nà jiùshì sǐwáng. Artinya Ada satu hal yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan oleh setiap manusia yaitu Kematian
Masihkah kita Ingat tahun 2024 dengan Darma Suryapranata ketika diwajibkan membayar PBB sebesar 65 Juta padahal tagihan sebelum nya hanya sebesar 6,3 juta. Padahal rumah Darma Suryapranata hanya rumah tinggal yang di tempati Darma Suryapranata seorang diri. Tidak ada yang lain, usianya juga udah 81 tahun tetapi saat itu kenaikan PBB terlalu tinggi, yang harus di bayarkan. Saat itu Darma Suryapranata bersama warga yang lainnya ikut memprotes kenaikan PBB yang memberatkan masyarakat. Saat itu Darma Suryapranata berusia 81 tahun tinggal seorang diri di rumahnya.
Terkejut pagi tadi pukul 2.58 dinihari tadi Darma Suryapranata menghembuskan nafas nya di RS Sumber kasih Cirebon karena sakit pencernaan kata Acan Sukeito Pranoto Salah seorang anak angkatnya.
Penulis mengetahui kabar duka kepergian Darma Suryapranata dari Samsul anak angkatnya yang lain.
Darma Suryapranata adalah mantan Ketua PSMTI Paguyuban Sosial Marga Tionghoa kota Cirebon tahun 1999-2004.
Tahun 2001 Penulis diminta beliau membantu di PSMTI,
Tahun 2003 Darma Suryapranata membentuk Team Amankan Ku Tiong, waktu itu Team Amankan Ku Tiong memiliki tujuan mempertahankan keberadaan Ku Tiong sebagai kuburan dan cagar budaya, waktu itu Foe Yie Liem sebagai ketua Team Amankan Ku Tiong, penulis diminta untuk jadi Sekretaris dan juru bicara nya Team Amankan Ku Tiong yang dibentuk Surya Pranata, tahun 2003 karena saat itu ada program pemerintah kota Cirebon untuk membongkar kuburan Ku Tiong menjadi fasilitas umum, salah satu nya kini jadi Pasar Harjamukti waktu itu tahun 2004 Darma Suryapranata sebagai ketua PSMTI Kota Cirebon hingga mengajukan gugatan ke PTUN di Bandung untuk mempertahankan keberadaan Ku Tiong sebagai kuburan dan Bangunan Cagar Budaya tetapi kalah di PTUN Jawa Barat di Bandung.
Darma Surya Pranata berani bersuara Kritis.
Maret 2003 -Juni 2004 Team Amankan Ku Tiong menghiasi berbagai macam media memperjuangkan dan mempertahankan kuburan Ku Tiong sebagai bangunan Cagar Budaya dan kuburan umum. 20 tahun kemudian tepatnya di
Tahun 2024 Darma Suryapranata kembali bersama warga yang lain Bersuara Kritis tentang PBB yang kenaikan nya hingga 1000 persen.
Darma Suryapranata memilik 2 orang anak yang pertama bernama Didip, yang kedua seorang putri bernama Tiara, tetapi sayang Didip Putra pertama nya Suryapranata meninggal tahun 2006 di Jakarta.
Warga Tionghoa kota Cirebon sejak tanggal 5 Mei 2026 berdukacita karena L..Leo Silabu Donatur kembang api tiap Imlek di Kelenteng Talang meninggal dunia tanggal 5 Mei 2026.












