By by harga Murah. By By impian
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Hari ini rupiah kembali tertekan dibuka pada awal sesi perdagangan dibuka 18.064 perdollar AS. “Hingga pukul 09.24 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, peso Filipina berada satu level di bawah rupiah setelah naik 0,13 persen. “Sementara itu, won Korea Selatan masih menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,82%.
Berikutnya ada ringgit Malaysia yang ambles 0,5% dan baht Thailand tertekan 0,08%. Disusul, dolar Taiwan yang tergelincir 0,07%.”
Ada tetangga penulis ketika naiknya Dollar jadi Rp 17.000 menghentikan pembangunan rumah nya padahal tinggal finishing yaitu tinggal di cat dan pasang keramik, karena harga dollar naik, dia hentikan pembangunan rumah nya
Dulu uang 150 ribu dapat banyak membeli beberapa item produk hingga 20-30 item
Sekarang dengan uang 150 ribu hanya bisa beli beras, gula, mie instan 3 bungkus, telor 4-5, cabe dan bawang.
Dulu orang jual makanan sampai jam 10.00- 12.00 siang sudah habis
Sekarang sampai pukul 17 sore masih tersisa
Dulu bisa tidur di hotel mewah dan di rumah makan mewah, sekarang hanya bisa makan di warung nasi.
Imbas kenaikan dollar berimbas kepada suku cadang mobil, kasihan para sopir angkutan umum penghasilan kecil suku cadang naik
Sedihnya para pejabat masih bisa tidur di hotel mewah dan rumah makan mewah. Sedih empati para pejabat kurang peduli sama wong cilik.
Sedihnya harga saham gabungan juga ikut jatuh
rapuhnya pergerakan rupiah bukanlah peristiwa yang baru terjadi. Pemerintah selama ini telah melakukan upaya untuk memperkuat stabilitas nilai tukar, mulai dari meningkatkan pasokan dollar AS di dalam negeri melalui surplus neraca perdagangan.
Kemudian, mendorong penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri, memperbaiki perizinan dan iklim usaha guna menarik investasi asing, hingga memperluas kerja sama bilateral currency swap dengan sejumlah negara.
Tetapi belum membuahkan hasil .sudah lama rupiah tidak turun jadi 16 ribu.
Pengusaha berharap adanya pengurangan pajak.
Berharap para Wakil Rakyat dan Elite politik turun ke daerah mendengar suara rakyat dan berbagi rejeki untuk rakyat






