Hari Lingkungan Hidup 2026, Lina Ruslinawati Ajak Elemen Jabar Perkuat Aksi Iklim Nyata

Sukabumi.Swara Wanita Net.-Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. Peringatan global ini menyoroti berbagai isu kritis seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Dra. Hj. Lina Ruslinawati secara konsisten mengaitkan momentum pelestarian lingkungan hidup tahun 2026 dengan urgensi mitigasi bencana jangka panjang di Jawa Barat, penghentian eksploitasi kawasan hulu, serta penguatan aksi iklim nyata di tingkat daerah.

Pernyataan, tindakan pengawasan, serta fokus kebijakan lingkungan yang ditekankan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat ini meliputi poin-poin krusial berikut:

Pencegahan Degradasi Hutan sebagai Antisipasi Bencana, Lina secara tegas menyoroti rentetan bencana hidrometeorologi (banjir bandang dan longsor) di wilayah Sukabumi.

Ia mendesak Kementerian Kehutanan untuk menghentikan segala aktivitas yang merusak lanskap hutan hulu, karena deforestasi menghilangkan fungsi hutan sebagai spons alami penyerap air.

Aksi Nyata untuk Menghadapi Krisis Iklim, Selaras dengan tema resmi Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dari KLH/BPLH RI (“Saatnya Bekerja untuk Iklim”), Lina mengajak masyarakat bergerak melampaui seremoni tahunan. Ia mendorong perlindungan keanekaragaman hayati melalui langkah konkret di lapangan, seperti perbaikan lahan kritis dan penanganan pencemaran lokal.

Penguatan Anggaran dan Fungsi Pengawasan Ekologis, Melalui posisinya di Komisi II DPRD Jabar, ia aktif mengevaluasi program kerja serta serapan APBD. Lina menekankan bahwa program lingkungan hidup dan kehutanan daerah harus memiliki dukungan anggaran yang memadai agar mitigasi perubahan iklim di berbagai wilayah rentan Jawa Barat bisa berjalan optimal.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia menetapkan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema ini mengajak seluruh elemen pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha untuk memperkuat aksi nyata dan kolaborasi.

Peringatan di Indonesia turut diwarnai dengan rangkaian Gerakan Indonesia ASRI, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari komunitas pegiat lingkungan hingga pemerintah

Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan. Dampaknya telah dirasakan hari ini, mulai dari cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, hingga menurunnya kualitas lingkungan yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Tahun 2026 yang mengusung tema global “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future.”

Tema ini menjadi pengingat bahwa alam merupakan mitra terbaik dalam menghadapi krisis iklim. Melalui pendekatan berbasis alam (nature-based solutions), partisipasi publik yang inklusif, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi hijau, Indonesia dapat memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HLH 2026, KLH/BPLH akan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) pada 6 Juni 2026 dengan mengusung semangat kampanye “Saatnya Beraksi untuk Iklim.” Gerakan ini diharapkan menjadi momentum nasional untuk menanamkan nilai-nilai ekologis sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik. (AP)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *