Sukabumi.Swara Wanita Net-Momentum Hari Hutan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 7 Agustus harus dijadikan pijakan strategis untuk mereformasi tata kelola lingkungan hijau di Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Lina Ruslinawati, mendesak Pemerintah Provinsi dan Dinas Kehutanan untuk memastikan kebijakan penyelamatan alam berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga sekitar hutan.
Menurut Lina Ruslinawati, menjaga kelestarian kawasan hijau tidak boleh mengorbankan atau mematikan sumber mata pencaharian masyarakat lokal. Sebaliknya, potensi ekonomi hutan harus dioptimalkan melalui pengelolaan yang terukur, bijak, dan berkelanjutan.
“Hutan Jawa Barat adalah benteng ekologis kita dari ancaman bencana alam. Namun, kita juga harus realistis bahwa ada masyarakat yang bergantung hidup di sana. Kuncinya adalah harmonisasi, di mana alamnya tetap lestari dan perut rakyatnya tetap terisi,” tegas legislator perempuan dari Fraksi Partai Gerindra.
Guna mewujudkan visi tersebut, Lina memaparkan lima poin tuntutan strategis yang diusung oleh Komisi II DPRD Jabar
5 Tuntutan Strategis Komisi II DPRD Jabar:
Akselerasi Perhutanan Sosial: Memperluas pemanfaatan lahan secara legal bagi masyarakat lokal guna meredam konflik agraria sekaligus menutup celah bagi pelaku pembalakan liar.
Inovasi Produk Non-Kayu: Mendorong petani binaan memanfaatkan limbah hutan secara kreatif, salah satunya pengolahan limbah kayu untuk budidaya jamur kayu komersial.
Intervensi Lahan Kritis: Menginstruksikan gerakan penanaman pohon kembali secara masif di zona merah rawan bencana, khususnya di wilayah Sukabumi.
Suntikan Anggaran UPTD: Mendesak Pemprov Jabar meningkatkan alokasi dana operasional serta sarana pelatihan di UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan agar pendampingan petani berjalan optimal.
Toleransi Berkelanjutan: Memastikan program pelestarian lingkungan dari Dinas Kehutanan tidak bersifat restriktif, melainkan akomodatif terhadap hak ekonomi rakyat kecil.
Menutup keterangannya, Lina Ruslinawati mengajak seluruh elemen—dari pemerintah, akademisi, hingga komunitas penggiat lingkungan—untuk melepaskan ego sektoral. Melalui semangat Hari Hutan Indonesia, kolaborasi nyata menjadi harga mati untuk mewujudkan hutan Jawa Barat yang hijau dan masyarakat yang sejahtera. (AP)









