Bandung Barat.Swara Jabbar News Com.-Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Tati Supriati Irwan, S.Sos., menegaskan bahwa momentum Hari Hutan Indonesia harus dijadikan titik balik gerakan penghijauan masif di wilayah Jawa Barat. Mengingat maraknya ancaman krisis iklim dan pemanasan global, pemulihan kawasan hutan dinilai tidak bisa lagi ditunda demi menjamin masa depan generasi mendatang.
Hal tersebut disampaikan Tati dalam rangka memperingati Hari Hutan Indonesia yang jatuh setiap tanggal 7 Agustus. Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar III (Kabupaten Bandung Barat) ini, kelestarian hutan merupakan penopang utama keselamatan ekologis Jawa Barat, mulai dari pencegahan bencana hingga menjaga pasokan air bersih.
“Ketika kita menjaga alam, pasti alam akan menjaga kita. Peringatan Hari Hutan Indonesia ini jangan hanya berhenti sebagai seremonial tahunan saja. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk melakukan tindakan nyata, mulai dari menanam pohon di lingkungan sekitar hingga menjaga kawasan hutan lindung agar tidak beralih fungsi,” ujar Tati Supriati Irwan
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi sektor kehutanan dan lingkungan hidup, Tati juga menyoroti urgensi kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong pemerintah daerah, komunitas pemuda pecinta alam, dan sektor swasta untuk bahu-membahu memperluas wilayah tutupan hijau di Jawa Barat guna meminimalisir risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang kerap mengancam saat musim hujan.
Hutan Indonesia bukan sekadar kumpulan pepohonan, melainkan paru-paru dunia yang memurnikan udara dan mengendalikan kestabilan iklim bumi. Oleh karena itu, Tati mengajak seluruh lapisan masyarakat Jabar untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih peduli lingkungan
“Anak-anak muda dan masyarakat lokal adalah garda terdepan pelestarian alam kita. Mari kita wariskan mata air ke generasi masa depan, bukan air mata akibat kerusakan hutan,” pungkas srikandi fraksi Golkar tersebut. (AP)







