Bandung.Swara Wanita Net.-Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem Jawa Barat memasuki babak baru kepemimpinan setelah DPP Garnita Malahayati NasDem resmi melantik Tuti Nurcholifah Yasin sebagai Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030.
Pelantikan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Setiabudhi, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026). Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas peran perempuan Partai NasDem di Jawa Barat.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan jajaran pengurus DPD Garnita Malahayati NasDem dari 24 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Pengukuhan kepengurusan baru ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi perempuan NasDem hingga ke tingkat daerah. Garnita Malahayati NasDem diharapkan tidak hanya berperan dalam penguatan internal organisasi, tetapi juga mampu menjadi wadah perjuangan perempuan dalam menyampaikan aspirasi serta menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Andina Thresia Narang: Garnita Jabar Pikul Tanggung Jawab Besar
Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem, Andina Thresia Narang, menegaskan bahwa jajaran pengurus baru Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan roda organisasi.
Menurut Andina, Garnita harus mampu menjadi kekuatan perempuan yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan berbagai kegiatan yang konkret dan berkelanjutan.
Ia mendorong jajaran pengurus Garnita Jawa Barat untuk terus meningkatkan keterwakilan dan peran perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari kehidupan sosial, pemberdayaan masyarakat, ekonomi, pendidikan, pembangunan hingga politik.
“Garnita Jawa Barat memikul tanggung jawab besar. Bukan hanya bagaimana organisasi ini berjalan secara struktural, tetapi bagaimana keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Andina.
Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi sebagai fondasi utama untuk menjalankan berbagai agenda Garnita di Jawa Barat. Dengan kepengurusan yang tersebar di 24 kabupaten dan kota, koordinasi antara DPW dan DPD menjadi bagian penting dalam memastikan program organisasi berjalan efektif.
Tuti Nurcholifah Yasin Siapkan Penguatan Organisasi
Sebagai ketua baru, Tuti Nurcholifah Yasin dihadapkan pada tugas untuk memperkuat soliditas Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat selama masa kepemimpinan 2025–2030.
Pengukuhan pengurus DPD dari 24 kabupaten dan kota menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang lebih terkoordinasi serta memiliki gerakan yang sejalan dari tingkat provinsi hingga daerah.
Kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu membawa energi positif bagi Garnita, khususnya dalam mendorong semakin banyak perempuan untuk berani mengambil peran di tengah masyarakat.
Garnita juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan kapasitas, menyampaikan gagasan, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan Jawa Barat.
Konsolidasi Perempuan NasDem hingga Daerah
Pelantikan di Ballroom Hotel Mercure Setiabudhi Bandung menjadi penanda dimulainya fase baru perjalanan Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat.
Dengan terbentuknya kepengurusan DPW dan DPD di berbagai daerah, Garnita memiliki tantangan untuk menerjemahkan semangat organisasi menjadi kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, pendidikan, kegiatan sosial, peningkatan kapasitas kader, serta partisipasi perempuan dalam kehidupan demokrasi menjadi sejumlah ruang yang dapat terus dikembangkan.
Kepemimpinan Tuti Nurcholifah Yasin hingga 2030 pun diharapkan mampu memperkuat posisi Garnita sebagai organisasi perempuan yang solid, progresif, dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Bagi Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat, pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan menjadi awal dari agenda kerja panjang untuk membangun kekuatan perempuan yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki kontribusi nyata bagi kemajuan Jawa Barat (red)






