Pangandaran.Swara Wanita Net.- Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Tati Supriati Irwan, S.Sos., melakukan inspeksi dan kunjungan kerja intensif ke Satuan Pelayanan Kehutanan Pangandaran, di bawah naungan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VII. Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan pemulihan lingkungan dan program sabuk hijau (greenbelt) di kawasan Jabar Selatan berjalan tanpa kendala.
Sebagai daerah tujuan wisata internasional yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, Pangandaran dinilai membutuhkan perhatian ekologis yang komprehensif. Srikandi legislatif dari Fraksi Golkar ini menegankan bahwa kelestarian hutan pesisir bukan sekadar urusan lingkungan, melainkan fondasi utama keselamatan warga dan keberlanjutan ekonomi daerah.
“Pangandaran ini adalah wajah wisata Jawa Barat. Saya hadir di Satuan Pelayanan Kehutanan untuk memastikan negara hadir menjaga benteng alam kita. Hutan mangrove dan tanaman pantai harus dirawat serius sebagai benteng mitigasi tsunami dan abrasi,” ujar Tati Supriati Irwan di sela peninjauannya.
Lebih lanjut, legislator asal Dapil Jabar ini menyoroti tiga agenda krusial yang harus segera diakselerasi di lapangan:
Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Ekosistem: Memperluas penanaman pohon pelindung pantai dan hutan mangrove di titik-titik rawan sepanjang pesisir Pangandaran.
Hilirisasi Perhutanan Sosial: Mendorong Satuan Pelayanan Kehutanan memberikan pendampingan intensif kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) agar mampu mengolah produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) menjadi komoditas bernilai jual tinggi.
Modernisasi Sarana Proteksi Hutan: Mendesak pemenuhan fasilitas operasional yang memadai bagi para penyuluh lapangan dan polisi hutan dalam mendeteksi dini kerusakan hutan.
Tati Supriati Irwan menegaskan bahwa Komisi II DPRD Jabar siap bertarung di meja anggaran untuk mendukung program-program kehutanan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat bawah. “Kelestarian lingkungan hidup tidak boleh mengorbankan ekonomi rakyat, justru harus menjadi motor penggerak ekonomi baru yang berkelanjutan,” pungkasnya.(die)









