Kabupaten Bandng. Swara Wanita Net.-Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Diah Fitri Maryani, S.E., M.M., melakukan kunjungan kerja langsung guna meninjau Sarana dan Prasarana (Sarpas) serta Unit Sekolah Baru (USB) di SLB Negeri Ciparay, Kabupaten Bandung. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelayakan fasilitas pendukung bagi para siswa berkebutuhan khusus demi terciptanya pemerataan pendidikan inklusif yang optimal di Jawa Barat.
Dalam kunjungannya, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menginspeksi berbagai sarana penunjang pembelajaran, aksesibilitas fisik bangunan sekolah, hingga fasilitas ruang kelas baru yang disediakan untuk mengomodasi potensi para siswa.
“Pendidikan inklusif bukan sekadar program pilihan, melainkan amanat undang-undang yang wajib dipenuhi oleh negara. Kehadiran sarana dan prasarana yang layak di SLB
Dalam kunjungannya, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menginspeksi berbagai sarana penunjang pembelajaran, aksesibilitas fisik bangunan sekolah, hingga fasilitas ruang kelas baru yang disediakan untuk mengomodasi potensi para siswa.
“Pendidikan inklusif bukan sekadar program pilihan, melainkan amanat undang-undang yang wajib dipenuhi oleh negara. Kehadiran sarana dan prasarana yang layak di SLB Negeri Ciparay merupakan kunci utama agar anak-anak kita yang berkebutuhan khusus mendapatkan hak belajar yang setara, aman, dan nyaman,” ujar Diah Fitri Maryani.
Srikandi Komisi V DPRD Jabar yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mengawal alokasi anggaran dan pembangunan infrastruktur pendidikan khusus. Menurutnya, fasilitas publik harus ramah terhadap penyandang disabilitas agar proses belajar-mengajar dapat berjalan efektif tanpa hambatan fasilitas.
Selain meninjau fisik bangunan, kunjungan ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi langsung dari para guru dan tenaga kependidikan di SLBN Ciparay mengenai tantangan operasional harian sekolah. Diah mengapresiasi dedikasi luar biasa yang ditunjukkan para pengajar dalam membimbing siswa di tengah keterbatasan sarana.
Hasil dari peninjauan lapangan ini akan dibawa ke dalam forum rapat kerja Komisi V DPRD Jawa Barat bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai bahan evaluasi untuk mempercepat pemenuhan fasilitas penunjang di sekolah-sekolah luar biasa di seluruh wilayah Jawa Barat.(die)







