Lina Ruslinawati dan Suara Perempuan dalam Panggung Politik Jawa Barat  

Kabuupaten Sukabumi.Swara Wanita Ne.-Eksistensi perempuan di panggung politik bukan lagi sekadar pelengkap kuota, melainkan instrumen vital dalam melahirkan kebijakan publik yang inklusif dan berkeadilan. Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Lina Ruslinawati, terus memperkuat komitmennya sebagai representasi “Srikandi Parlemen” yang vokal menyuarakan hak-hak serta pemberdayaan perempuan di tanah pasundan.

Sebagai legislator dari Fraksi Partai Gerindra yang kini mengemban amanah di periode kedua (2024–2029), Lina membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki dampak nyata. Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, ia aktif turun ke daera

Sebagai legislator dari Fraksi Partai Gerindra yang kini mengemban amanah di periode kedua (2024–2029), Lina membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki dampak nyata. Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, ia aktif turun ke daerah pemilihannya di Dapil Jabar V (Kabupaten dan Kota Sukabumi) guna mengawal isu-isu domestik, perlindungan sosial, dan kemandirian ekonomi kaum perempuan.

Salah satu langkah konkret yang gencar dilakukan oleh Lina adalah mengawal dan menyebarluaskan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pemberdayaan dan Pelindungan Perempuan. Melalui forum-forum dialog hingga ke tingkat desa, ia mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memutus rantai diskriminasi dan kekerasan, serta menciptakan ruang yang aman bagi perempuan

“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, mulai dari ketahanan ekonomi keluarga melalui UMKM hingga pembentukan karakter generasi penerus. Oleh karena itu, hak mereka untuk mendapatkan pelindungan hukum, keadilan gender, dan akses ekonomi harus dijamin sepenuhnya oleh regulasi yang berjalan optimal di lapangan,” tegas Lina Ruslinawati.

Lebih lanjut, Bendahara Fraksi Gerindra ini juga menaruh perhatian besar pada penguatan kapasitas ekonomi perempuan perdesaan, seperti kelompok wanita tani (KWT) dan pelaku industri kecil. Menurutnya, ketika seorang perempuan berdaya secara finansial, maka kesejahteraan keluarga dan ketahanan pangan daerah akan ikut meningkat.

Melalui kiprahnya yang konsisten, Lina Ruslinawati berharap kehadirannya di parlemen mampu memotivasi generasi muda perempuan di Jawa Barat untuk berani bersuara dan mengambil peran di ruang publik demi kemajuan bangsa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *