Kabupaten Bogor.Swara Wanita Net.-Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Lina Ruslinawati, mendorong pemerintah desa untuk melirik dan mengoptimalkan potensi sektor peternakan sebagai pilar utama penyokong ekonomi warga. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Jabar ke Kelompok Ternak Domba Purwatani di Desa Gunung Sari, Kabupaten Bogor, Rabu (4/11/2026).
Menurut Lina, Kelompok Ternak Purwatani telah menjadi contoh konkret bagaimana pengelolaan komoditas domba yang baik mampu menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa. Ia menilai, tingginya permintaan pasar akan hewan ternak di wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek harus ditangkap sebagai peluang besar oleh pemerintah desa setempat.
“Potensi pasar domba ini sangat luar biasa, baik untuk kebutuhan harian maupun hari raya kurban. Oleh karena itu, kami mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk lebih serius mengoptimalkan sektor peternakan ini melalui pemanfaatan dana desa maupun pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang peternakan,” ujar Lina di sela-sela peninjauan kandang.
Politisi senior Partai Gerindra ini menambahkan, optimalisasi sektor peternakan tidak hanya sekadar memelihara hewan, melainkan juga membangun ekosistem pendukung dari hulu hingga ke hilir. Upaya ini mencakup penyediaan pakan yang berkualitas, manajemen kesehatan hewan, hingga teknik pengolahan limbah kotoran menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Jabar juga menyerap berbagai keluhan dari para peternak lokal, mulai dari kendala mahalnya konsentrat pakan hingga keterbatasan permodalan untuk memperluas skala budi daya.
Menanggapi hal tersebut, Lina menegaskan bahwa Komisi II akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat agar program bantuan, pembibitan, dan pelatihan teknologi peternakan modern (smart farming) bisa dialokasikan secara merata, khususnya bagi kelompok ternak di pelosok Kabupaten Bogor.
“Kami di DPRD Jabar akan terus mengawal agar anggaran sektor perekonomian ini benar-benar berdampak di akar rumput. Desa harus didukung agar peternakan tradisional mereka bisa naik kelas menjadi lebih modern, efisien, dan menghasilkan keuntungan yang melimpah bagi warga,” pungkasnya.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan dialog interaktif antara seluruh anggota Komisi II DPRD Jabar, pengurus Kelompok Ternak Purwatani, serta jajaran aparatur desa guna merumuskan solusi atas kendala peternakan di wilayah Kabupaten Bogor. (AP)







