Kabupaten Bandung.Swara Wanita Net.-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem, Tia Fitriani, melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Desa Babakan Peteuy, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat setempat, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah desa yang diwakili Amin Surya, tokoh pemuda, tokoh agama, tim Dulur Satia, serta kader dan konstituen Partai NasDem.
Dalam kesempatan itu, Tia menegaskan bahwa fungsi pengawasan merupakan bagian penting dari tugas legislatif untuk memastikan jalannya pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan dan rencana pembangunan yang telah ditetapkan.
“Pengawasan ini juga menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta mengetahui persoalan yang dihadapi warga secara langsung,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan warga, di antaranya terkait pelayanan publik yang perlu ditingkatkan serta pembangunan infrastruktur desa yang masih membutuhkan perhatian, khususnya akses jalan dan fasilitas umum lainnya.
Paparan 9 Program Unggulan Jabar
Pada kegiatan tersebut, Tia juga memaparkan 9 program unggulan Gubernur Jawa Barat yang menjadi arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Adapun 9 program unggulan tersebut meliputi:
Pendidikan, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, program sekolah gratis SMA/SMK, serta penambahan ruang kelas dan penguatan pendidikan karakter.
Kesehatan, melalui peningkatan layanan RSUD, penguatan layanan ibu dan anak, serta penyediaan layanan spesialis.
Infrastruktur, berupa pembangunan dan perbaikan jalan hingga ke pelosok desa serta penguatan konektivitas wilayah.
Ekonomi kerakyatan, dengan pengembangan ekonomi berbasis desa, pertanian, dan dukungan terhadap UMKM.
Pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan pemuda agar lebih produktif dan mandiri.
Pengentasan kemiskinan, melalui program bantuan dan intervensi langsung kepada masyarakat rentan.
Lingkungan hidup dan kebencanaan, dengan pengelolaan lingkungan serta peningkatan ketahanan terhadap bencana.
Transportasi dan layanan publik, termasuk perbaikan sistem transportasi serta digitalisasi layanan publik.
Reformasi birokrasi, guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, dan responsif.
Menurut Tia, kesembilan program tersebut mencakup sektor-sektor strategis yang saling terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan publik.
Soroti Tantangan Implementasi
Meski demikian, Tia mengakui bahwa pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya sosialisasi di tingkat desa, serta belum meratanya implementasi program di berbagai wilayah.
“Secara konsep program ini sudah baik, namun perlu penguatan dalam pelaksanaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat.
Komitmen Tindak Lanjut Aspirasi
Tia memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Babakan Peteuy akan menjadi bahan evaluasi dan akan diperjuangkan dalam pembahasan di tingkat provinsi.
“Kami akan terus mendorong agar aspirasi masyarakat ini dapat masuk dalam prioritas pembangunan, sehingga hasilnya bisa dirasakan secara nyata oleh warga,” pungkasnya. *












