Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri : Bersyukur Atas Nikmat Kemerdekaan 

Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri : Bersyukur Atas Nikmat Kemerdekaan

Oleh Jeremy Huang Wijaya

“Kemerdekaan Indonesia bukan sekadar terbebasnya bangsa dari belenggu penjajah. Dalam perspektif Islam, kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih dalam dan transenden. Hal tersebut ditegaskan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.

Dalam tausiyahnya, Ia mengingatkan, betapa pentingnya memaknai HUT RI ke 81 ini dengan tiga langkah utama sebagai wujud rasa syukur seorang Muslim.

1. Bersyukur Atas Nikmat Kemerdekaan

“Pertama, kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat kemerdekaan yang telah kita rasakan,” ujar Prof Rokhmin.  Ia mengutip janji Allah dalam Al-Qur’an bahwa barang siapa yang bersyukur, maka Allah akan menambah nikmatnya. Kemerdekaan, menurutnya, adalah anugerah terbesar Allah SWT setelah nikmat iman dan Islam, yang harus dijaga dengan pengisian yang positif.

Dalam Islam, kemerdekaan dimaknai sebagai kondisi di mana seorang hamba bebas melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala tanpa adanya suatu penghalang apa pun. Merdeka adalah ketika tidak ada sekat antara seorang muslim dengan surga Allah.

2. Muhasabah dan Pembebasan Diri yang Sesungguhnya

Kedua, Prof. Rokhmin mengajak umat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

“Mari kita lakukan muhasabah atau introspeksi diri. Renungkan mana hal baik yang perlu kita lanjutkan dan mana keburukan yang harus kita tinggalkan. Kemerdekaan bukan hanya soal lepas dari penjajahan fisik, tetapi juga upaya terus-menerus memperbaiki diri,” tegasnya.

Konsep ini sejalan dengan hakikat kemerdekaan dalam Islam yang berarti membebaskan diri dari penghambaan kepada selain Allah SWT atau bebas dari perbudakan spiritual. Kemerdekaan sejati adalah ketika manusia mampu memerdekakan dirinya dari segala bentuk perbudakan selain kepada Allah, lalu menjadikannya jalan untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan.

3. Meningkatkan Iman, Takwa, dan Hablumminannas

Poin ketiga yang ditekankan adalah peningkatan iman dan takwa secara kaffah.

“Ketiga, iman dan taqwa harus selalu kita tingkatkan, bukan hanya dalam hubungan kita dengan Allah, tapi juga dengan sesama manusia. Berbagi, tolong-menolong, dan menjaga harmoni dalam masyarakat adalah bagian dari bentuk taqwa yang sejati,” ujar anggota DPR RI periode 2024-2029 itu.

Menurut Prof. Rokhmin, takwa tidak berhenti pada hablumminallah (hubungan dengan Allah), tetapi juga hablumminannas (hubungan dengan manusia). Termasuk di dalamnya adalah tidak berbohong, tidak malas, menguasai sains dan teknologi, serta menjaga daya dukung lingkungan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *