Karna Tanding

Karna Tanding
Kisah Bharatayuda, jangan ada dendam dan sakit hati
Oleh Jeremy Huang Wijaya

Karna Tanding adalah salah satu episode dalam perang Bharatayuda antara Pandawa VS Kurawa dalam Kisah Mahabharata.
Karna Tanding menceritakan pertarungan Arjuna VS Karna
Mereka Saudara sekandung, anak anaknya Dewi Kunti.
Hati Siapa yang takkan sedih melihat 2 anak kandung bertarung. Kunti bersedih hati gelisah melihat pertarungan anak kandungnya sendiri. Kebahagiaan ibu adalah melihat anak anaknya Akur rukun damai.
Berulang kali Kunthi datang ke Pandawa Dan Kurawa, Kunthi berulang kali meminta kepada Karna dan Arjuna membatalkan pertarungan di Medan laga. Adipati Karna Senopati Kubu Kurawa, Adipati Arjuna Senopati Kubu Pandawa. Keduanya harus berperang karena kesetiaan pada kepentingan masing masing yang berbeda.
Kedua tokoh sama-sama ahli memanah. Masing-masing juga memiliki senjata panah yang istimewa. Karna memiliki panah “Kuntawijayadanu”. Arjuna memiliki panah “Pasopati”.
“Karna maju ke medan perang dengan kereta yang dikusiri oleh Prabu Salya. Kereta Arjuna dikusiri oleh Sri Kresna.”
“Sial bagi Karna, di saat beradu kehebatan memanah, roda kereta yang dinaikinya terperosok ke dalam lumpur, karena kutukan brahmana. Karna turun untuk membetulkan roda kereta.

Melihat momen tersebut, Kresna menasihati Arjuna untuk memanfaatkannya. Dan, Arjuna akhirnya melepaskan “Pasopati” tepat menembus dada Adipati Karna.
Jerit Tangis Kunti sang ibu pecah di saat melihat gugurnya putra tertua.
Apa daya takdir sudah terjadi. Takdir tidak dapat dihindarkan.
Dari Kisah ini kita belajar jangan ego menguasai hati, jangan dendam menguasai hati, jangan sakit hati, dendam dan Amarah menguasai hati, Karna Dendam dan sakit hati karena Karna tidak pernah merasakan pelukan dan kehangatan kasih sayang ibu, Karna tidak dibesarkan oleh Kunthi, Karna tidak mendapatkan pendidikan yang sama dengan Pandawa Saudara Kandung nya.
Ibu harus adil kepada semua anak jangan ada yang diistimewakan.
Dalam kisah Karna Tanding, kita belajar untuk tidak dendam karena dendam dan sakit hati menghancurkan kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *