Kabupaten Bogor.Swara Wanita Net.-Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Lina Ruslinawati, menegaskan bahwa optimalisasi unit kerja di daerah memegang peranan krusial dalam mendongkrak ekonomi makro. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja Komisi II ke Satuan Pelayanan Pengembang Industri Logam (SPPIL) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat di Kabupaten Bogor.
Dalam peninjauan tersebut, Lina Ruslinawati melihat langsung fasilitas bengkel kerja, mesin produksi, hingga laboratorium pengujian mutu logam. Menurutnya, unit pelayanan ini adalah garda terdepan dalam melahirkan produk lokal berkualitas tinggi.
“Satuan Pelayanan Bogor ini adalah kunci untuk meningkatkan daya saing industri logam Jawa Barat. Jika fasilitas di sini prima, pembinaan dan standardisasi produk yang diberikan kepada para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) kita juga akan maksimal. Hasilnya, produk logam lokal kita bisa bersaing ketat di pasar nasional hingga global,” ujar Lina Ruslinawati.
Politisi senior Fraksi Partai Gerindra ini menyoroti perlunya langkah konkret dalam modernisasi alat. Ia menilai teknologi manufaktur berkembang sangat cepat, sehingga sarana pengujian dan mesin yang dimiliki oleh pemerintah daerah harus terus diperbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar industri modern.
“Kita tidak boleh membiarkan IKM kita tertinggal karena keterbatasan teknologi. Komisi II DPRD Jabar berkomitmen penuh untuk mengawal kebijakan penganggaran yang berorientasi pada modernisasi infrastruktur industri dan hilirisasi produk,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten dan Kota Sukabumi tersebut.
Kunjungan kerja ini juga menjadi ruang serap aspirasi bagi para pengelola satuan pelayanan terkait kendala operasional di lapangan. Data dan evaluasi dari lapangan ini nantinya akan dibawa oleh Komisi II ke dalam rapat kerja bersama mitra pemerintah provinsi guna merumuskan program strategis sektor perindustrian yang lebih tepat sasaran.
Melalui penguatan Satuan Pelayanan Industri Logam di Bogor ini, DPRD Jawa Barat optimistis kemandirian industri manufaktur daerah dapat segera terwujud, sekaligus menekan ketergantungan terhadap komponen-komponen impor. (AP)






