Hari Lingkungan Hidup: Tati Supriati Irwan Soroti Pentingnya Kolaborasi Jaga Ekosistem

Bandung Barat.Swara  Wanita Net.-Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap 5 Juni sangat penting untuk membangun kesadaran global dan mendorong tindakan nyata dalam melindungi alam. Momen ini menjadi pengingat kritis bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama, memastikan kelangsungan hidup generasi masa depan.

Peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam menghadapi Triple Planetary Crisis yang meliputi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi. Tantangan lingkungan tersebut memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui langkah-langkah konkret yang berkelanjutan.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Tati Supriati Irwan, S.Sos. memberikan perhatian khusus pada sektor lingkungan hidup melalui pengelolaan sumber daya hutan dan lingkungan desa

Pandangan Tati Supriati Irwan mengenai lingkungan hidup berfokus pada keseimbangan antara kelestarian ekologi, pembangunan infrastruktur daerah, dan penguatan ekonomi hijau berkelanjutan.

Sebagai legislator Partai Golkar dari Dapil Jabar III (Kabupaten Bandung Barat) aktif menyuarakan isu lingkungan melalui fungsi pengawasan kerja pemerintah daerah di berbagai Desa di Bandung Barat.

Berbagai kendala geografis, infrastruktur, tidak menyurutkan komitmen Tati Supriati Irwan untuk terus mengunjungi desa-desa pelosok di Kabupaten Bandung Barat.Serta mendorong berbagai hal terkait dengan Lingkungan Hidup sebagai berikut :

1. Inovasi Ekonomi Hijau (Green Innovation)

Tati Supriati Irwan sangat mendukung pengembangan industri kreatif yang berbasis pada kelestarian lingkungan. Saat melakukan kunjungan kerja ke perusahaan bio-material Jawa Barat, serta mendorong pemanfaatan inovasi teknologi lingkungan—seperti mengolah miselium jamur menjadi bahan ramah lingkungan pengganti kulit hewan dan papan bangunan. Menurutnya, memperkuat ekosistem ekonomi berkelanjutan adalah kunci daya saing daerah di masa depan.

2. Penanganan Lahan Kritis dan Reboisasi

Sebagai anggota Komisi II yang bermitra dengan sektor kehutanan, Tati memberikan perhatian serius pada isu degradasi lahan. Beliau bersama komisi melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan untuk menggali data, mencari solusi taktis, serta merumuskan kebijakan penanggulangan lahan kritis di wilayah Jawa Barat

3. Kolaborasi Pelestarian Hutan Bersama Masyarakat

Ia menegaskan bahwa hutan lindung di Jawa Barat dapat terjaga dengan baik jika ada keterbukaan kinerja dari instansi terkait. Beliau mendorong Cabang Dinas Kehutanan (CDK) untuk melibatkan masyarakat sekitar hutan dalam pemeliharaan lahan kosong. Warga diajak memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk menanam tanaman produktif yang bernilai ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem

4. Pembangunan Desa yang Selaras dengan Alam

Dalam forum perencanaan daerah, Tati Supriati Irwan mengingatkan agar peningkatan infrastruktur desa (seperti jalan dasar dan sarana pertanian) tidak mengorbankan daya dukung lingkungan sekitar. Pembangunan fisik di tingkat pedesaan harus berjalan beriringan dengan komitmen perlindungan alam agar tidak memicu bencana lingkungan seperti longsor atau banjir.

Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menetapkan tema domestik “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema ini diintegrasikan melalui gerakan mewujudkan lingkungan yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah. (AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *